Doa Bapa Kami (lih. Mat 6:9-13; Luk 11:2-4)
Dengan demikian memanggil Allah sebagai “Bapa”.
Sebelumnya, dalam khotbah di bukit, Yesus mengajarkan agar kita berusaha untuk hidup sempurna, sama seperti Allah Bapa yang di sorga adalah sempurna (lih. Mat 5:48).
Selanjutnya layak kita sadari bahwa kita dapat memanggil Allah sebagai Bapa sebab kita telah diangkat oleh Kristus menjadi saudara dan saudari-Nya melalui Pembaptisan. Oleh sebab itu kita dapat memanggil Bapa sebagai “Abba, Bapa” (Rm 8:15; Gal 4:6).
KGK 239
Santo Agustinus mengatakan: "'Malaikat' menunjukkan jabatan, bukan kodrat. Kalau engkau menanyakan kodratnya, maka ia adalah roh; kalau engkau menanyakan jabatannya, maka ia adalah malaikat" (Psal. 103,1,15). Menurut seluruh keadaannya malaikat adalah pelayan dan pesuruh Allah. Karena "mereka selalu memandang wajah Bapa-Ku, yang ada di surga" (Mat 18:10), mereka "melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya" (Mzm 103:20).
KGK 240
Yesus mewahyukan bahwa Allah merupakan "Bapa" dalam arti tak terduga: tidak hanya sebagai pencipta, tetapi dari segala abad. Bapa bagi Putera-Nya yang tunggal, yang hanyalah putera dalam hubungan dengan bapa-Nya: "Tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang-orang yang kepadanya Anak itu memperkenalkan Bapa" (Mat 11:27).
KGK 240
Pengakuan para Rasul itu dipelihara oleh tradisi apostolik, dan sebagai akibatnya Gereja dalam tahun 325 pada konsili ekumene pertama di Nisea mengakui bahwa Putera adalah "sehakikat [homoousios, consubstantialis] dengan Bapa", artinya satu Allah yang Esa bersama dengan-Nya. Konsili ekumene kedua, yang berkumpul di Konstantinopel tahun 381, mempertahankan ungkapan ini dalam rumusannya mengenai iman Nisea dan mengakui "Putera Allah yang tunggal" sebagai yang "dilahirkan dari Bapa sebelum segala abad: Allah dari Allah, terang dari terang, Allah benar dari Allah benar, dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa" (DS 150).
Allah tidak menciptakan Yesus dengan firman-Nya, dan Yesus bukanlah ciptaan Allah. Sebab Yesus sendiri adalah Allah. Ia adalah Allah Putera yang hakekatnya sama dengan Allah Bapa. Yesus (Allah Putera) dikenal sebagai Sang Firman yang sudah ada sejak awal mula, dan “Ia bersama- sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yoh 1:1). Yesus sebagai Sang Firman ini tidak terpisah dari Allah Bapa, bagaikan terang tak terpisahkan dari sumbernya, sehingga dikatakan dalam Credo/ Syahadat Aku Percaya, “Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad”. Artinya, Yesus sebagai Allah Putera, sudah ada sejak awal mula, dan di dalam Dia segala sesuatu dijadikan (Yoh 1:3). Ppengertian “Putera/ Anak” ini tidak untuk diartikan bahwa Ia lahir dari hubungan suami istri. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan bahwa Yesus dan Allah mempunyai hakekat yang sama, sepertihalnya bapa mempunyai hakekat yang sama dengan anaknya.