Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2537.Keinginan akan barang-barang milik sesama tidak melanggar perintah ini, sejauh orang hendak mendapatkannya dengan cara-cara yang benar. Katekese tradisional menyebutkan dengan jelas, manusia-manusia macam apa saja yang harus berjuang melawan kebiasaan jahat ini dan karena itu mereka harus dinasihati dengan lebih cermat lagi supaya mengikuti peraturan ini:
"Para pedagang yang menginginkan kelaparan dan kenaikan harga, dan tidak senang melihat bahwa ada orang lain di samping mereka yang membeli atau menjual, karena tanpa saingan mereka dapat menjual dengan lebih mahal dan membeli dengan lebih murah. Dalam hal ini mereka-mereka itu pun berdosa yang menginginkan agar orang lain menderita, supaya mereka sendiri dapat mengambil keuntungan waktu membeli atau menjual ... juga para dokter yang menginginkan penyakit; para hakim yang menghendaki banyak kejadian yang berat dan perkelahian" (Catech. R. 3,10,23).

2538.Perintah kesepuluh menuntut agar menyingkirkan rasa iri dari hati manusia. Ketika nabi Natan hendak berusaha menobatkan raja Daud, ia menceriterakan kepadanya sejarah seorang miskin yang hanya memiliki seekor domba, yang ia perlakukan seperti anaknya sendiri, dan seorang kaya, yang walaupun memiliki kawanan domba yang banyak, merasa iri terhadap orang miskin itu dan akhimya mengambil dombanya Bdk. 2 Sam 12:1-4.. Rasa iri hati dapat menghantar Bdk. Kej 4:3-7; 1 Raj 21:1-29. sampai kepada perbuatan-perbuatan yang terjahat. Oleh iri hati setan datanglah kematian ke dunia Bdk. Keb 2:24.
"Kita saling berperang dan iri hati mempersenjatai kita satu terhadap yang lain... Kalau semua orang dengan gigih merobek Tubuh Kristus, kita lalu akan sampai di mana ? Kita sudah mulai menghancurkan Tubuh Kristus... Kita mengatakan bahwa kita adalah anggota dari Tubuh yang satu dan sama, dan di samping itu kita saling menelan bagaikan binatang buas" (Yohanes Krisostomus hom. in Cor. 27,3-4).

2539.Iri hati adalah satu dosa pokok. Ia berarti bahwa orang kecewa karena yang lain mendapat untung, dan menghendaki secara tidak terbatas, untuk memiliki sendiri hartanya atas cara yang tidak adil. Siapa yang menginginkan yang jahat bagi sesamanya, melakukan dosa berat.
Santo Agustinus melihat di dalam iri hati "dosa setani" (catech. 4:8). "Dari iri hati muncullah kedengkiah, fitnah, hujah, kegirangan akan kesengsaraan sesama, dan menyesalkan keberuntungannya" (Gregorius Agung., mor. 31,45).

2540.Iri hati merupakan satu dari bentuk gundah gulana dan dengan demikian satu penolakan cinta kasih. Yang dibaptis harus berjuang melawannya dengan kebaikan hati. Iri hati sering muncul dari kesombongan; yang dibaptis berusaha, supaya hidup dengan rendah hati.
"Apakah kamu ingin melihat Tuhan dihormati melalui kamu? Baik, kalau begitu kamu harus bergembira dengan kemajuan saudaramu, dan dengan demikian Tuhan sudah dimuliakan. Terpujilah Allah, demikian orang akan mengatakan, karena pelayannya tahu memerangi iri hati, dengan bergembira atas jasa-jasa orang lain" (Yohanes Krisostomus, hom. in Rom 7,5).

2541.Tata hukum dan rahmat memalingkan hati manusia dari kelobaan dan iri hati; membimbingnya supaya merindukan kebaikan tertinggi; mengajarnya mengenai kehendak Roh Kudus, yang memuaskan hati manusia.Tuhan segala perjanjian selalu mengawasi manusia sejak awal terhadap godaan, oleh apa yang tampak di firdaus sebagai baik untuk dimakan, dan sedap kelihatannya, lagi pula menarik hati Bdk. Kej 3:6.

2542.Hukum yang telah dipercayakan kepada umat Israel tidak pernah dapat membenarkan manusia yang takluk kepadanya; ia malahan telah menjadi sarana "nafisu" Bdk. Rm 7:7.. Kesenjangan antara keinginan dan perbuatan Bdk. Rm 7:10. menunjukkan konflik antara hukum Tuhan, yaitu "hukum akal budi" dan satu hukum lain, sehingga "aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku" (Rm 7:23).

<<   >>