Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2365.Kesetiaan dinyatakan dengan selalu memelihara perkataan Ya yang telah diberikan. Allah itu setia. Sakramen Perkawinan membawa pria dan wanita masuk ke dalam kesetiaan Kristus kepada Gereja-Nya. Melalui kemurniaan suami isteri mereka memberi kesaksian mengenai misteri ini di dunia.
Santo Yohanes Krisostomus menganjurkan kepada pria yang telah kawin, supaya mengatakan kepada isterinya: "[Aku telah merangkul engkau] dan malahan mencintai engkau lebih daripada diriku sendiri. Kehidupan yang sekarang ini tidak berarti apa-apa dan mimpiku yang paling hangat adalah supaya berjalan bersama engkau melewatinya sedemikian, sehingga kita bisa yakin bahwa kita tidak dipisahkan satu dari yang lain dalam kehidupan yang menantikan kita ... Bagiku cintamu melebihi segala sesuatu, dan tidak ada sesuatu yang lebih menyakitkan bagi saya, daripada tidak bersikap sama seperti engkau" (horn. in Eph 20,8).

2366.Kesuburan adalah satu anugerah, satu tujuan perkawinan, karena cinta suami isteri dari kodratnya bertujuan supaya subur. Anak tidak ditambahkan dari luar pada cinta suami isteri yang timbal balik ini, ia lahir dalam inti dari saling menyerahkan diri itu, ia merupakan buah dan pemenuhannya. Karena itu Gereja yang "membela kehidupan", mengajar "bahwa tiap persetubuhan harus tetap diarahkan kepada kelahiran kehidupan manusia" (HV 11). "Ajaran ini yang sering dikemukakan oleh magisterium Gereja, bersumber pada satu hubungan yang tidak terpisahkan yang ditentukan oleh Allah, antara kedua tujuan - kesatuan penuh cinta dan pembiakan - yang kedua-duanya terdapat dalam persetubuhan" (HV 12)Bdk. Pius XI, Ens. "Casti connubii".

<<   >>