KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2098. | Tindakan iman, harapan, dan kasih, yang dituntut perintah pertama, disempurnakan di dalam doa. Kita menyembah Allah, kalau kita mengangkat roh dalam doa pujian dan doa syukur, doa syafaat dan doa permohonan kita. Doa adalah satu prasyarat yang mutlak perlu untuk menghayati perintah-perintah Allah. Orang harus "selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu" (Luk 18:1).
| | 2099. | Sungguh layak membawakan kurban kepada Allah sebagai bukti penyembahan dan terima kasih, permohonan dan persekutuan dengan Dia. "Kurban yang benar adalah setiap karya yang dikerjakan untuk mengikuti Allah dalam persekutuan kudus" (Agustinus, civ. 10,6).
| | 2100. | Supaya kegiatan kurban yang kelihatan itu tulus, haruslah ia menjadi ungkapan sikap kurban batin: "Kurban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur..." (Mzm 51:19). Para nabi Perjanjian Lama sering mengecam kurban-kurban yang dipersembahkan tanpa keterlibatan batin Bdk. Am 5:21-25. atau tanpa kasih kepada sesama Bdk. Yes 1:10-20.. Yesus mengingatkan kembali perkataan nabi Hosea: "Yang Kuhendaki ialah belas kasihan, dan bukan persembahan" (Mat 9:13; 12:7) Bdk. Hos 6:6.. Kurban sempurna satu-satunya ialah kurban yang dibawa Yesus di salib dalam penyerahan Diri sepenuhnya kepada kasih Bapa dan demi keselamatan kita Bdk. Ibr 9:13-14.. Kalau kita mempersatukan diri dengan kurban-Nya, kita dapat menjadikan hidup kita suatu persembahan kepada Allah.
| | 2101. | Dalam berbagai kesempatan, seorang Kristen diminta untuk mengucapkan janji kepada Allah. Pembaptisan dan Penguatan, Perkawinan dan Tahbisan selalu berhubungan dengan janji semacam itu. Karena kesalehan pribadi, warga Kristen juga dapat menjanjikan satu perbuatan, satu doa, satu sedekah, satu ziarah, atau yang semacam itu, kepada Allah. Dengan memenuhi janji yang telah dibuat kepada Allah terbuktilah penghormatan yang harus diberikan kepada keagungan Allah dan kasih kepada Allah yang setia.
| | 2102. | "Kaul, yakni janji kepada Allah yang dibuat dengan tekad bulat dan bebas mengenai sesuatu yang mungkin dan lebih baik, harus dipenuhi demi keutamaan agama" (CIC, can. 1191 ? 1). Kaul adalah satu tindakan penyerahan diri, yang dengannya warga, Kristen menyerahkan diri kepada Allah atau menjanjikan satu perbuatan baik kepada-Nya. Dengan memenuhi kaulnya, ia mempersembahkan kepada Allah, apa yang telah ia janjikan atau ikrarkan. Santo Paulus misalnya, sebagaimana disampaikan Kisah para Rasul, sangat memperhatikan supaya memenuhi kaulnya Bdk. Kis 18:18; 21:23-24.
| | 2103. | Kaul-kaul untuk hidup seturut nasihat-nasihat Injil, dijunjung tinggi Gereja Bdk. CIC, can. 654.:
"Maka Bunda Gereja bergembira, bahwa dalam pangkuannya terdapat banyak pria dan wanita, yang mengikuti dari dekat dan memperlihatkan lebih jelas pengosongan diri Sang Penyelamat, dengan menerima kemiskinan dalam kebebasan anak-anak Allah Serta mengingkari keinginaan keinginan mereka sendiri. Mereka itulah, yang demi Allah tunduk kepada seorang manusia dalam mengejar kesempurnaan melampaui apa yang diwajibkan, untuk lebih menyerupai Kristus yang taat" (LG 42).
Dalam situasi tertentu Gereja dapat memberikan dispensasi dari kaul & janji karena alasan-alas" yang wajar Bdk. CIC, cann. 692; 1196-1197.
| | 2104. | "Semua orang wajib mencari kebenaran, terutama dalam apa yang menyangkut Allah dan Gereja-Nya. Sesudah mereka mengenal kebenaran itu, mereka wajib memeluk dan mengamalkannya" (DH 1, 2). Manusia didesak unluk menjalankan kewajibannya itu "oleh kodrat mereka itu sendiri" (DH 2). Kewajiban ini tidak melarang, "dengan penghargaan yang jujur" menghormati agama-agama lain, yang "tidak jarang memantulkan cahaya kebenaran, yang menerangi semua manusia" (NA 2); ia tidak bertentangan dengan perintah cinta kasih, yang mendorong orang Kristen untuk "bertindak penuh kasih, kebijaksanaan, dan kesabaran terhadap mereka, yang berada dalam keadaan sesat atau tidak tahu-menahu mengenai iman" (DH 14).
| << >>
|