KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1487. | Siapa berdosa, menghina kehormatan dan cinta Allah, martabatnya sendiri sebagai manusia yang dipanggil untuk menjadi anak Allah, dan kesejahteraan rohani Gereja, di mana setiap orang Kristen harus menjadi batu bangunan yang hidup.
| | 1488. | Dalam terang iman tidak ada yang lebih buruk daripada dosa; tidak ada yang mempunyai akibat yang sama buruk untuk pendosa, untuk Gereja, dan untuk seluruh dunia.
| | 1489. | Langkah pulang ke dalam persekutuan dengan Allah, yang telah hilang oleh dosa, timbul dari rahmat Allah, yang dalam belas kasihan-Nya sangat prihatin akan keselamatan manusia. Orang harus memohon anugerah yang bernilai ini untuk diri sendiri dan untuk orang lain.
| | 1490. | Langkah pulang kepada Allah yang dinamakan pertobatan dan penyesalan, terdiri dari rasa sedih dan jijik karena dosa yang telah dilakukan serta niat untuk tidak berdosa lagi di waktu datang. Jadi pertobatan mencakup masa lampau dan masa yang akan datang; ia dipupuk oleh harapan akan belas kasihan ilahi.
| | 1491. | Sakramen Pengakuan terdiri dari ketiga kegiatan peniten bersama dengan pengampunan oleh imam. Kegiatan peniten itu ialah penyesalan, pengakuan atau penyampaian dosa-dosa kepada imam, dan niat untuk mengganti rugi dan melakukan silih.
| | 1492. | Penyesalan [juga dinamakan kesedihan] harus didukung oleh alasan-alasan yang timbul dari iman. Kalau penyesalan itu disebabkan oleh cinta kepada Allah, ia dinamakan "sempurna"; kalau ia berdasarkan atas alasan lain, orang lalu menamakannya "tidak sempurna ".
| << >>
|