Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1169.Karena itu Hari Raya Paska bukan saja salah satu pesta di antara yang lain, mclainkan "pesta segala pesta", "perayaan segala perayaan", sebagaimana Ekaristi adalah Sakramen segala Sakramen (Sakramen agung). Santo Atanasius menamakan pesta Paska "Minggu agung" (ep. fest. 1), sebagaimana pekan suci di dunia timur dinamakan "pekan agung". Misteri kebangkitan, di mana Kristus mengalahkan kematian, meresapi zaman kita yang lama dengan kekuatannya yang besar, sampai segala sesuatu ditaklukkan kepada Kristus.

1170.Dalam Konsili Nisea (tahun 325) semua Gereja sepakat bahwa Paska Kristen harus dirayakan pada Minggu sesudah bulan purnama pertama di musim semi 114 Nisan]. Perubahan kalender yang dilakukan di Barat dalam tahun 1582 ("kalender Gregorius" sesuai dengan nama Paus Gregorius XIII) menyebabkan pergeseran beberapa hari terhadap kalender di Timur. Gereja-gereja Barat dan Timur sekarang ini mencari satu kesepakatan, supaya mereka dapat merayakan lagi pesta agung kebangkitan Tuhan pada hari yang sama.

1171.Tahun liturgi adalah pengembangan dari berbagai aspek misteri Paska yang satu. Ini berlaku terutama untuk daur pesta-pesta yang diatur di sekitar misteri Inkarnasi (Kabar Gembira, Natal, Epifani) yang memperingati awal keselamatan kita dan menyampaikan kepada kita buah-buah sulung dari misteri Paska.

1172."Dalam merayakan lingkaran tahun misteri-misteri Kristus itu, Gereja suci menghormati Santa Maria Bunda Allah dengan cinta kasih yang istimewa, karena secara tak terceraikan terlibat dalam karya penyelamatan Puteranya. Dalam diri Maria, Gereja mengagumi dan memuliakan buah penebusan yang serba unggul, dan dengan gembira merenungkan apa yang sepenuhnya dicita-citakan dan didambakannya sendiri bagaikan dalam citra yang paling jernih" (SC 103).

1173.Kalau dalam daur tahunan, Gereja merayakan peringatan akan para martir dan para kudus yang lain, maka ia "mewartakan misteri Paska" di dalam mereka, "yang telah menderita dan dimuliakan bersama Kristus. Gereja menyajikan kepada kaum beriman teladan mereka, yang menarik semua orang kepada Bapa melalui Kristus, dan karena pahala-pahala mereka Gereja memohonkan karunia-karunia Allah" (SC 104) Bdk. SC 108 dan 111.

1174.Misteri Kristus - Inkarnasi dan Paska-Nya - kita rayakan di dalam Ekaristi, terutama dalam himpunan pada hari Minggu. Misteri yang sama meresapi dan menyinari jam-jam setiap hari oleh perayaan Ibadat Harian, "ofisi ilahi" Bdk. SC 83-101.. Sambil mengikuti nasihat-nasihat apostolik, agar berdoa tanpa henti-hentinya Bdk. 1 Tes 5:17; Ef 6:18., perayaan ini "disusun sedemikian rupa, sehingga seluruh kurun hari dan malam disucikan dengan pujian kepada Allah" (SC 84). Ia adalah "doa resmi Gereja" (SC 98) di mana kaum beriman (klerus, kaum biara, dan awam) menjalankan imamat rajawi dari orang-orang yang telah dibaptis. Dirayakan dalam bentuk yang sudah disetujui oleh Gereja, Ibadat Harian ini "sungguh merupakan suara sang mempelai sendiri, yang berwawancara dengan Mempelai Pria, bahkan juga doa Kristus beserta Tubuh-Nya kepada Bapa" (SC 84).

1175.Ibadat Harian hendaknya menjadi doa seluruh Umat Allah. Di dalamnya Kristus melanjutkan "tugas imamat itu melalui Gereja-Nya" (SC 83). Setiap orang mengambil bagian dalamnya, sesuai dengan tempatnya di dalam Gereja dan keadaan hidupnya: para imam, yang membaktikan diri untak pelayanan pastoral, karena mereka diajak untuk tekun dalam doa dan dalam pelayanan Sabda Bdk. SC 86; 96; PO 5.; para biarawan-biarawati atas dasar karisma hidup bakti mereka Bdk. SC 98., semua orang beriman sesuai dengan kemungkinan mereka: Karena itu "para gembala jiwa hendaknya berusaha, supaya ibadat-ibadat pokok, terutama Ibadat Sore, pada hari Minggu dan hari-hari raya yang lebih meriah, dirayakan bersama di Gereja. Dianjurkan agar para awam pun mengucapkan Ibadat Harian, entah bersama para imam, entah antar mereka sendiri, atau bahkan secara perorangan" (SC 100).

1176.Merayakan Ibadat Harian menuntut tidak hanya mencocokkan suara dengan hati yang berdoa, tetapi juga "hendaknya mereka mengusahakan pembinaan yang lebih mendalam tentang liturgi dan Kitab Suci, terutama mazmur-mazmur" (SC 90).

<<   >>