KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1161. | Semua tanda dari perayaan liturgi menunjuk kepada Kristus, demikian juga, gambar-gambar Bunda Allah tersuci dan para kudus. Mereka adalah tanda tentang Kristus, yang dimuliakan dalam mereka. Di dalam mereka, kita memandang "jumlah besar saksi-saksi" (Ibr 12:1), yang masih tetap memperhatikan keselamatan dunia, dan bersama siapa kita disatukan, terutama dalam perayaan sakramental. Melalui ikon-ikon iman kita melihat manusia yang "diciptakan menurut citra Allah", dan diubah Bdk. Rm 8:29; 1 Yoh 3:2. menjadi serupa dengan Allah, dan malahan para malaikat, yang juga dihimpun di bawah Kristus, Kepala.
"Sambil mengikuti ajaran bapa-bapa suci kita yang mewartakan Allah dan tradisi Gereja Katolik - karena kami tahu bahwa ia berasal dari Roh Kudus yang hidup di dalamnya - kami memutuskan untuk memasang dengan segala ketelitian dan sikap hati-hati, di dalam gereja-gereja Allah yang kudus, di atas perabot-perabot dan pakaian yang kudus, dinding dan papan, rumah dan jalan, demikian juga penempatan salib yang bernilai dan yang membawa kehidupan, memasang gambar-gambar yang patut dimuliakan dan kudus - biar dari cat, batu, atau salah satu bahan yang sesuai - [ini berlaku juga] untuk gambar Tuhan Allah dan Penebus kita Yesus Kristus, Bunda kita yang tak bemoda dan suci yang melahirkan Allah, para malaikat yang patut dihormati dan segala orang kudus dan saleh" (Konsili Nisea II: DS 600).
| | 1162. | "Keindahan dan warna gambar-gambar merangsang doaku. Mereka merupakan pesta bagi mataku, sebagaimana gambar dari suatu pemandangan alam tnerangsang hatiku, untuk memuja Allah" (Yohanes dari Damaskus, imag. 1,27). Melihat gambar-gambar suci, bersama dengan renungan mengenai Sabda Allah dan dengan nyanyian madah gerejani, membentuk keserasian tanda-tanda liturgi, sehingga misteri yang dirayakan meresap ke dalam kenangan hati, lalu tampak dengan jelas dalam cara hidup baru umat beriman.
| | 1163. | "Bunda Gereja yang penuh kasih memandang sebagai tugasnya: pada hari-hari tertentu di sepanjang tahun merayakan karya penyelamatan mempelai ilahinya dengan kenangan suci. Sekali seminggu, pada hari yang disebut hari Tuhan, Gereja mengenangkan kebangkitan Tuhan, yang sekali setahun, pada hari raya agung Paska, juga dirayakannya bersama dengan sengsara-Nya yang suci. Namun selama kurun waktu setahun Gereja memaparkan seluruh misteri Kristus. ... Dengan mengenangkan misteri-misteri penebusan itu, Gereja membuka bagi kaum beriman kekayaan keutamaan serta pahala Tuhannya sedemikian rupa, sehingga rahasia-rahasia itu senantiasa hadir dengan cara tertentu. Umat mencapai misteri-misteri itu dan dipenuhi dengan rahmat keselamatan" (SC 102).
| | 1164. | Sejak hukum Musa, Umat Allah telah mengenal pesta-pesta tertentu berhubungan dengan Paska, untuk memperingati karya agung Allah Penyelamat, berterima kasih kepada-Nya untuk itu, menghidupkan terus kenangan akan karya itu dan mengajarkannya kepada generasi-generasi baru, guna menjadikannya pedoman hidup. Pada masa Gereja, antara Paska Kristus yang dilakukan satu kali untuk selama-lamanya dan penyelesaiannya di dalam Kerajaan Allah, liturgi yang dirayakan pada hari-hari pesta tertentu, diwarnai oleh sifat baru dari misteri Kristus.
| | 1165. | Kalau Gereja merayakan misteri Kristus, maka di dalam doanya selalu kedengaran lagi satu perkataan: hari ini! - satu kata yang menggemakan doanya yang diajarkan Tuhan Bdk. Mat 6:11. dan seruan Roh Kudus Bdk. Ibr. 3:7- 4:11; Mzm 95:7.. "Hari ini" dari Allah yang hidup. ke mana manusia diundang untuk masuk, adalah "saat" Paska Yesus, yang meresapi dan menopang seluruh sejarah.
"Kehidupan telah menyebar luas ke segala makhluk dan semuanya telah dipenuhi dengan sinar yang besar. Fajar segala fajar merembes masuk ke semesta alam, dan Ia yang telah ada. sebelum "bintang kejora" dan sebelum bintang-bintang, Dia yang tidak dapat mati dan tidak berkesudahan, Kristus Agung, menyinari segala makhluk lebih cerah daripada matahari. Karen itu bagi kita yang percaya kepada-Nya, menyingsinglah satu hari yanj langgeng, abadi, dan cerah, yang tidak ada titik akhirnya: Paska mistik" (Hipolitus, pasch. 1-2).
| | 1166. | "Berdasarkan tradisi para Rasul yang berasal mula pada hari kebangkitan Kristus sendiri, Gereja merayakan misteri Paska sekali seminggu, pada hari yang tepat sekali disebut Hari Tuhan atau Hari Minggu" (SC 106). Hari kebangkitan Tuhan adalah serentak "hari pertama dalam minggu", mengenangkan hari pertama ciptaan, dan "hari kedelapan" di mana Kristus sesudah "istirahat"-Nya pada Sabtu agung menerbitkan hari "yang Tuhan janjikan", "hari yang tidak mengenal malam" (Liturgi Bisantin). "Perjamuan Tuhan" adalah sentrumnya, karena di sana seluruh persekutuan umat beriman menemui Tuhan yang telah bangkit, yang mengundang mereka ke pesta pedamuan-Nya Bdk. Yoh 21:12; Luk 24:9b.
"Hari Tuhan, hari kebangkitan, hari umat Kristen, adalah hari kita. Ia dinamakan hari Tuhan, karena pada hari ini Tuhan telah naik kepada Bapa sebagai pemenang. Kalau orang kafir menamakannya hari matahari, kita pun senang mengakuinya, karena hari ini terang dunia telah terbit, hari ini matahari keadilan telah kelihatan, yang sinar-sinarnya membawa keselamatan" (Hironimus, pasch.).
| | 1167. | Benarlah bahwa hari Minggu adalah hari, di mana umat beriman berkumpul untuk perayaan liturgi, "untuk mendengarkan Sabda Allah dan ikut serta dalam perayaan Ekaristi, dan dengan demikian mengenangkan sengsara, kebangkitan dan kemuliaan Tuhan Yesus, serta mengucap syukur kepada Allah, yang melahirkan mereka kembali ke dalam pengharapan yang hidup berkat kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati" (SC 106).
"Kalau kami, o Kristus, merenungkan mukjizat-mukjizat, yang terjadi pada hari Minggu kebangkitan-Mu yang mulia ini, kami lalu berkata: Terberkatilah hari Minggu, karena padanya terjadilah awal ciptaan... keselamatan dunia... pembaharuan umat manusia... Padanya surga dan bumi bergembira dan seluruh alam semesta dipenuhi dengan sinarnya. Terberkatilah hari Minggu, karena padanya pintu-pintu firdaus dibuka, sehingga Adam dan semua orang terbuang masuk ke dalamnya tanpa perasaan takut" (Fanqith, Ofisi Syria dari Antiokia, jilid 6; Bagian musim panas, hal 193b).
| | 1168. | Zaman baru kebangkitan menerangi seluruh tahun liturgi dengan Trihari Paska sebagai sumber terangnya. Tahun itu disinari langkah demi langkah oleh liturgi sebelum dan sesudah Trihari Paska. Sesungguhnya itulah "tahun rahmat Tuhan" Bdk. Luk 4:19.. Tata keselamatan berlangsung di dalam waktu, tetapi sejak ia diselesaikan dalam Paska Yesus dan setelah Roh Kudus dicurahkan, akhir sejarah telah hadir sebagai "prarasa", dan Kerajaan Allah masuk ke dalam zaman kita.
| << >>
|