Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

736.Berkat kekuasaan Roh ini anak-anak Allah dapat menghasilkan buah. Ia, yang telah mencangkokkan kita pada pokok anggur yang benar, membuat kita menghasilkan "buah Roh", yaitu "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri" (Gal 5:22-23). Roh adalah kehidupan kita; semakin banyak kita kehilangan kehidupan kita sendiri Bdk.. Mat 16: 24-26., semakin banyak pula kita "akan mengikuti Roh" (Gal 5:25).
"Roh Kudus membawa kita kembali ke firdaus; menghantar kita ke dalam Kerajaan surga dan kepada pengangkatan sebagai anak; mengajarkan kita untuk penuh kepercayaan menyebut Allah itu Bapa dan mengambil bagian dalam rahmat Kristus, menjadikan kita anak terang dan turut memiliki kemuliaan abadi (Basilius, spir. 15,36).

737.Perutusan Kristus dan Roh Kudus terlaksana di dalam Gereja, Tubuh Kristus dan kenisah Roh Kudus. Perutusan bersama ini membuat umat beriman masuk ke dalam persekutuan Kristus bersama Bapa-Nya dalam Roh Kudus. Roh menyiapkan manusia dan mendahului mereka dengan rahmat-Nya, supaya menarik mereka kepada Kristus. Ia mewahyukan kepada mereka tentang Tuhan yang telah bangkit, mengingatkan mereka akan perkataan-Nya dan membuka bagi roh mereka arti kematian dan kebangkitan-Nya. Ia menghadirkan bagi mereka misteri Kristus, terutama dalam Ekaristi, supaya mendamaikan mereka dengan Allah, mempersatukan mereka dengan Dia dan dengan demikian menyanggupkan mereka untuk "berbuah banyak" (Yoh 15:5.8) Bdk. Yoh 15:16.

738.Jadi perutusan Gereja tidak ditambah pada perutusan Kristus dan Roh Kudus, tetapi adalah sakramen mereka. Sesuai dengan seluruh hakikatnya dan dalam semua anggotanya, Gereja itu diutus untuk mewartakan misteri persekutuan dengan Tritunggal Maha Kudus untuk memberi kesaksian, untuk menghadirkan dan semakin menyebar-luaskannya (itulah tema dalam artikel berikut).
"Kita semua yang telah menerima Roh yang satu dan sama, yakni Roh Kudus, dihubungkan antara satu sama lain dan bersama dengan Kristus. Walaupun kita banyak pribadi, Kristus membiarkan Roh-Nya dan Roh Bapa-Nya tinggal di dalam setiap kita, namun Roh yang satu dan tidak terbagi ini, mengantar yang berbeda satu sama lain itu melalui diri-Nya menuju kesatuan... dan mengupayakan agar di dalam Dia semuanya menjadi satu dan sama. Dan seperti kekuasaan kodrat manusiawi Kristus yang kudus mengakibatkan bahwa semua, yang di dalamnya Ia ada, membentuk satu tubuh tunggal, demikian menurut pendapat saya, Roh Allah yang satu dan tidak terbagi, yang tinggal di dalam semua orang, mengantar semua orang menuju kesatuan rohani" (Sirilus dari Aleksandria, Jo. 11,11).

739.Karena Roh Kudus adalah urapan Kristus, maka Kristus, Kepala Tubuh, memberikan-Nya kepada anggota-anggota-Nya, untuk memelihara mereka, menyembuhkan mereka, menyelaraskan mereka dalam fungsinya yang berbeda-beda, menggairahkan mereka, mendorong mereka untuk memberikan kesaksian, dan mengikut-sertakan mereka dalam penyerahan-Nya kepada Bapa dan dalam doa permohonan-Nya untuk seluruh dunia. Oleh Sakramen-sakramen Gereja, Kristus membagi-bagikan kepada anggota Tubuh-Nya Roh Kudus-Nya yang menguduskan (tema bagian kedua katekismus ini).

740."Karya-karya agung Allah" ini, yang diberikan kepada umat beriman dalam Sakramen-sakramen Gereja, menghasilkan buahnya dalam kehidupan baru dalam Kristus menurut Roh (tema bagian ketiga katekismus ini).

741."Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Rm 8:26). Roh Kudus yang melaksanakan karya Allah adalah pelatih doa (tema bagian keempat katekismus ini).

742."Karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: Ya Abba, ya Bapa " (Gal 4:6).

743.Kalau Allah mengutus Putera-Nya, Ia selalu mengutus juga Roh-Nya, sejak awal sampai akhir zaman; perutusan mereka berhubungan erat, mereka tidak dapat dipisahkan.

744.Ketika "kepenuhan waktu" telah tiba, Roh Kudus menyelesaikan dalam diri Maria segala persiapan untuk kedatangan Kristus, yang Ia lakukan dalam Umat Allah. Oleh pengaruh Roh Kudus, Bapa memberi dalam Maria kepada dunia, Emanuel yang berarti "Allah menyertai kita" (Mat 1:23).

745.Putera Allah ditahbiskan pada saat inkarnasi-Nya oleh urapan dengan Roh Kudus menjadi Kristus [Mesias] Bdk. Mzm 2:6-7.

746.Oleh kematian dan kebangkitan-Nya Yesus menjadi "Tuhan dan Mesias" dalam kemuliaan (Kis 2:36). Dari kepenuhan-Nya Ia mencurahkan Roh Kudus atas para Rasul dan atas Gereja.

747.Roh Kudus yang dialirkan Kristus, Kepala, ke dalam anggota-anggota-Nya, membangun, menjiwai, dan menguduskan Gereja. Gereja merupakan sakramen persekutuan antara Tritunggal Maha Kudus dan manusia.

748."Karena Kristus adalah terang bangsa-bangsa, maka konsili suci ini, yang berhimpun dalam Roh Kudus, ingin sekali mewartakan Injil kepada segala makhluk, dan menerangi semua manusia dengan cahaya Kristus yang terpantul dalam wajah Gereja". Dengan kata-kata ini mulailah Konstitusi dogmatis "Lumen Gentium" mengenai Gereja dari Konsili Vatikan II (LG 1). Dengan demikian, konsili menunjukkan bahwa artikel.iman mengenai Gereja bergantung sepenuhnya dari artikel-artikel iman mengenai Yesus Kristus. Gereja tidak mempunyai terang lain kecuali terang Kristus; menurut sebuah gambar yang disukai para bapa Gereja, orang dapat membandingkannya dengan bulan yang terangnya adalah pantulan matahari.

749.Artikel mengenai Gereja juga bergantung sepenuhnya dari artikel mengenai Roh Kudus. "Karena setelah kita menjelaskan bahwa Roh Kudus adalah sumber dan pemberi segala kekudusan, kita sekarang mengakui bahwa Gereja dianugerahi kekudusan oleh-Nya" (Catech. R. 1, 10, 1). Menurut perkataan para bapa, Gereja adalah tempat, "di mana Roh merekah" (Hipolitus, trad. ap. 35).

750.Kepercayaan bahwa Gereja adalah "kudus" dan "katolik" serta (seperti Syahadat Nisea-Konstantinopel menambahkan) "satu" dan "apostolik", tidak dapat dipisahkan dari kepercayaan akan Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Dalam pengakuan iman apostolik kita mengakui satu Gereja kudus ("Credo... Ecclesiam"), tetapi kita tidak mengatakan bahwa kita percaya akan Gereja.. supaya kita tidak mencampuradukkan Allah dan karya-Nya, tetapi mengakui bahwa semua karunia yang Ia letakkan dalam Gereja-Nya, jelas-jelas berasal dari kebaikan Allah. Bdk. Catech. R. 1,10,22.

751.Kata yang dipakai dalam bahasa Inggris dan Jerman untuk Gereja (church, Kirche) diambil dari kata sifat Yunani "kuriake" yang berarti "milik Tuhan". Kata yang biasanya dipakai dalam Kitab Suci ialah "ekklesia" (dari kata kerja Yunani "ekkalein", "memanggil keluar" - bahasa Perancisnya "glise") yang berarti "pertemuan rakyat" Bdk. Kis 19:39., terutama yang bersifat religius. Ungkapan ini agak sering dipergunakan dalam terjemahan Yunani Perjanjian Lama untuk pertemuan bangsa terpilih di hadapan Allah, terutama untuk .pertemuan di Sinai, di mana Israel menerima hukum dan dijadikan oleh Allah sebagai bangsa-Nya yang kudus. Bdk. Kel 19. Umat Kristen perdana memandang diri sebagai pengganti pertemuan ini dan karena itu menamakan diri Gereja. Di dalam Gereja, Allah mengumpulkan bangsa-Nya dari segala ujung bumi.

752.Dalam pemakaian Kristen, "Gereja" berarti pertemuan liturgis Bdk. 1 Kor 11:18; 14:19.28.34.35., tetapi juga jemaat setempat Bdk. 1 Kor 1:2; 16:1. atau seluruh persekutuan kaum beriman Bdk. 1 Kor 15:9; Gal 1:13, Flp 3:6.. Ketiga pengertian ini tidak boleh dipisahkan satu dari yang lain. "Gereja" adalah umat yang Allah himpun di seluruh dunia. Ia terdiri dari jemaat-jemaat setempat dan menjadi nyata sebagai pertemuan liturgis, terutama sebagai pertemuan Ekaristi. Ia hidup dari Sabda dan dari Tubuh Kristus dan karenanya menjadi Tubuh Kristus.

753.Di dalam Kitab Suci kita menemukan sejumlah besar gambar dan lambang, melaluinya wahyu berbicara tentang misteri Gereja yang tak terselami. Gambar-gambar yang diambil dari Perjanjian Lama adalah variasi-variasi dari satu pikiran pokok yaitu gagasan mengenai "Umat Allah". Dalam Peijanjian Baru Bdk. Ef 1:22; Kol 1:18. semua gambar ini menemukan satu pusat baru: Kristus yang merupakan Kepala umat ini Bdk. LG 9., yang dengan demikian menjadi Tubuh-Nya. Di sekitar pusat ini disusunlah gambar-gambar yang "diambil entah dari alam gembala atau petani, entah dari pembangunan ataupun dari hidup keluarga dan perkawinan" (LG 6).

<<   >>