KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 340. | Ketergantungan makhluk-makhluk satu sama lain dikehendaki Allah. Matahari dan bulan, pohon aras dan bunga liar, rajawali dan burung pipit - semua keanekaan dan ketidak-samaan yang tidak terhitung banyaknya itu mengatakan bahwa tidak ada satu makhluk pun yang mencukupi dirinya sendiri, bahwa makhluk-makhluk hanya ada dalam ketergantungan satu sama lain untuk saling melengkapi dalam pelayanan timbal balik.
| | 341. | Keindahan alam semesta: Peraturan dan harmoni dari dunia yang diciptakan berasal dari keaneka-ragaman makhluk dan hubungan antar mereka. Manusia menemukannya satu demi satu sebagai hukum alam. Mereka menimbulkan keheranan pada para ilmuwan. Keindahan ciptaan mencerminkan keindahan Pencipta yang tidak terbatas. Ia harus membangkitkan rasa hormat dan menggerakkan manusia supaya menundukkan akal budi dan kehendaknya kepada Pencipta.
| | 342. | Tingkat-tingkat makhluk-makhluk dinyatakan oleh urutan "enam hari", yang melangkah dari yang kurang sempurna kepada yang lebih sempurna. Allah mencintai semua makhluk-Nya Mzm 145:9., memperhatikan tiap-tiapnya, bahkan burung pipit pun. Walaupun demikian Yesus berkata: "Kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit" (Luk 12:7) dan "Manusia lebih berharga daripada seekor domba" (Mat 12:12).
| | 343. | Manusia adalah puncak karya penciptaan. Kisah penciptaan dalam Kitab Suci menandaskan ini, dengan membedakan penciptaan manusia secara jelas dari penciptaan makhluk-makhluk yang lain Bdk. Kej 1:26.
| | 344. | Antara semua makhluk terdapat suatu solidaritas, karena semua mereka mempunyai Pencipta yang sama, dan semua mereka diarahkan kepada kemuliaan-Nya.
Terpujilah Engkau, Tuhanku, dengan sekalian makhluk-Mu
terutama tuanku saudara Surya,
dia itu siang dan menerangi dengan pancarannya.
Dia itu elok dan bersinar dengan teramat cerahnya,
pembawa lambang-Mu, sang Mahaluhur.
Terpujilah Engkau Tuhanku
karena saudari Air,
besar gunanya, merendah, mulia, dan murni.
Terpujilah Engkau, Tuhanku,
karena saudari kami, Ibu Pertiwi,
penyuap dan pengasuh kami,
penghasil buah-buahan,
bunga beraneka-warna dan hijau-hijauan.
Puji dan muliakanlah Tuhanku,
beri syukur kepada-Nya,
abdilah Dia dengan kerendahan hati besar.
(Fransiskus dari Assisi, Gita Sang Surya)
| | 345. | Sabat - penutup "enam hari kerja". Kitab Suci mengatakan "pada hari ketujuh Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan-Nya itu" - demikianlah "langit dan bumi diselesaikan" - "berhentilah Ia pada hari ketujuh... Dan Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskan-Nya" (Kej 2:1-3). Kata-kata terilham ini sangat informatif:
| | 346. | Allah memberikan dasar dan hukum kepada ciptaan-Nya, yang tetap berilaku Bdk. Ibr 4:3-4.. Orang beriman dapat mengandalkannya; mereka dipandangnya sebagai tanda dan jaminan kesetiaan Allah yang tidak tergoyahkan baginya, yang dengannya Allah memegang perjanjian-Nya dengan teguh Bdk. Yer 31:35-37; 33:19-26.. Manusia dari pihaknya harus taat dengan setia kepada dasar dan menghormati hukum, yang telah Allah ukirkan ke dalam ciptaan.
| | 347. | Tujuan penciptaan itu ialah Sabat dan dengan demikian penghormatan dan penyembahan Allah. Kebaktian telah terukir dalam tata penciptaan Bdk. Kej 1:14.. "Kebaktian harus didahulukan dari apa pun" demikian bunyi peraturan santo Benediktus, yang dengan demikian menunjukkan kepada kita urutan kepentingan manusiawi yang tepat.
| | 348. | Sabat merupakan pusat hukum Israel. Menghayati perintah-perintah berarti hidup menurut kebijaksanaan dan kehendak Allah yang nyata dalam karya penciptaan-Nya.
| | 349. | Hari kedelapan. Tetapi bagi kita tiba satu hari baru: hari kebangkitan Kristus. Hari ketujuh menyelesaikan ciptaan pertama. Pada hari kedelapan mulailah penciptaan baru. Dengan demikian karya penciptaan berpuncak pada karya penebusan yang lebih besar lagi. Ciptaan pertama mendapat arti dan puncaknya dalam penciptaan baru dalam Kristus, yang melampaui yang pertama dalam kecemerlangan Bdk. MR Malam Paskah 24: Doa sesudah bacaan pertama.
| | 350. | Malaikat-malaikat adalah makhluk rohani yang memuliakan Allah tanpa henti-hentinya dan melayani rencana keselamatan-Nya untuk makhluk lain. "Dalam segala pekerjaan baik, para malaikat berkerja sama dengan kita" (Tomas Aqu., s. th. 1, 114,3, ad 3).
| | 351. | Para malaikat mengelilingi Kristus, Tuhan mereka. Mereka melayani-Nya terutama dalam pelaksanaan perutusan keselamatan-Nya untuk manusia.
| | 352. | Gereja menghormati para malaikat yang mendampingi Gereja dalam ziarah duniawinya dan melindungi setiap manusia.
| | 353. | Adalah kehendak Allah bahwa makhluk-makhluk-Nya berbeda satu sama lain, bahwa mereka memiliki kebaikannya masing-masing, bahwa mereka bergantung satu sama lain dan bahwa mereka berada dalam satu tata tertib. Ia telah menentukan segala makhluk material demi kesejahteraan umat manusia. Manusia dan melalui dia seluruh ciptaan telah ditentukan untuk memuliakan Allah.
| | 354. | Menghormati peraturan-peraturan yang diukirkan dalam ciptaan dan hubungan-hubungan yang sesuai dengan kodrat benda-benda adalah prinsip kebijaksanaan dan dasar kesusilaan.
| | 355. | "Allah menciptakan manusia itu menurut citra-Nya, menurut citra Allah diciptakan-Nya dia: laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka" (Kej 1:27). Manusia menduduki tempat khusus dalam ciptaan: ia diciptakan "menurut citra Allah" (I); dalam kodratnya bersatulah dunia rohani dan dunia jasmani (II); ia diciptakan "sebagai laki-laki dan perempuan" (III); Allah menjadikan dia sahabat-Nya (IV).
| | 356. | Dari segala ciptaan yang kelihatan, hanya manusia itu "mampu mengenal dan mencintai Penciptanya" (GS 12,3): ialah "yang di dunia merupakan satu-satunya makhluk, yang Allah kehendaki demi dirinya sendiri" (GS 24,3): hanya dialah yang dipanggil, supaya dalam pengertian dan cinta menganibil bagian dalam kehidupan Allah. Ia diciptakan untuk tujuan ini, dan itulah dasar utama bagi martabatnya:
"Apakah alasannya, maka Engkau meninggikan manusia ke martabat yang begitu mulia? Cinta yang tidak ternilai, yang dengannya Engkau memandang makhluk-Mu dalam diri-Mu sendiri dan jatuh cinta kepadanya, sebab Engkau menciptakannya karena cinta, karena cinta Engkau memberi kepadanya satu kodrat, yang dapat merasakan kegembiraan pada diri-Mu, harta abadi" (Katarina dari Siena, dial. 4,13).
| | 357. | Karena ia diciptakan menurut citra Allah, manusia memiliki martabatsebagai pribadi: ia bukan hanya sesuatu, melainkan seorang. Ia mampu mengenal diri sendiri, menjadi tuan atas dirinya, mengabdikan diri dalam kebebasan dan hidup dalam kebersamaan dengan orang lain, dan karena rahmat ia sudaii dipanggil ke dalam perjanjian dengan Penciptanya, untuk memberi kepada-Nya jawaban iman dan cinta, yang tidak dapat diberikan suatu makhluk lain sebagai penggantinya.
| << >>
|