KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 322. | Kristus mengajak kita agar kita menyerahkan diri sebagai anak kepada penyelenggaraan Bapa surgawi Bdk. Mat 6:26-34. dan Rasul Petrus mengulanginya: "Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu" (1 Ptr 5:7) Bdk. Mzm 55:23.
| | 323. | Penyelenggara ilahi bertindak juga melalui kegiatan makhluk-makhluk. Allah memberi kepada manusia kemungkinan, supaya bekerja sama dengan sukarela dalam rencana-rencana-Nya.
| | 324. | Bahwa Allah membiarkan kejahatan fisik dan moral itu terjadi, adalah satu misteri, yang Ia terangkan melalui Putera-Nya Yesus Kristus, yang wafat dan bangkit, untuk mengalahkan kejahatan. Iman memberi kita kepastian bahwa Allah tidak akan membiarkan kejahatan, kalau Ia tidak sanggup menghasilkan yang baik dari yang jahat itu, melalui jalan-jalan yang baru kita akan ketahui sepenuhnya dalam kehidupan abadi.
| | 325. | Syahadat para Rasul mengakui bahwa Allah adalah "Pencipta langit dan bumi" dan pengakuan iman Nisea-Konstantinopel menjelaskan: "dunia yang kelihatan dan yang tak kelihatan".
| | 326. | Dalam Kitab Suci pasangan kata "langit dan bumi" berarti segala sesuatu yang ada: seluruh ciptaan. Ia menyebut juga ikatan yang dalam ciptaan sekaligus mempersatukan dan membedakan langit dan bumi: "Bumi" ialah dunia manusia Bdk. Mzm 115:16.; "langit" atau "surga" dapat berarti cakrawala Bdk. Mzm 19:2., tetapi juga "tempat" Allah yang sebenarnya karena Ia adalah "Bapa kita di surga" (Mat 5:16) Bdk. Mzm 115:16. - dan sebagai akibatnya surga adalah kemuliaan definitif. Akhirnya perkataan "surga" berarti "tempat" makhluk-makhluk rohani, malaikat-malaikat, yang mengelilingi Allah.
| | 327. | Pengakuan iman Konsili Lateran IV mengatakan: "Allah mengadakan pada awal segala waktu sekaligus dua ciptaan dari ketidakadaan, yang rohani dan yang jasmani, yaitu malaikat dan dunia: dan sesudah itu yang manusiawi, yang boleh dikatakan sekaligus terdiri dari roh dan badan" (DS 800) Bdk. DS 3002; SPF 8.
| | 328. | Bahwa ada makhluk rohani tanpa badan, yang oleh Kitab Suci biasanya dinamakan "malaikat", adalah satu kebenaran iman. Kesaksian Kitab Suci dan kesepakatan tradisi tentang itu bersifat sama jelas.
| | 329. | Santo Agustinus mengatakan: "'Malaikat' menunjukkan jabatan, bukan kodrat. Kalau engkau menanyakan kodratnya, maka ia adalah roh; kalau engkau menanyakan jabatannya, maka ia adalah malaikat" (Psal. 103,1,15). Menurut seluruh keadaannya malaikat adalah pelayan dan pesuruh Allah. Karena "mereka selalu memandang wajah Bapa-Ku, yang ada di surga" (Mat 18:10), mereka "melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya" (Mzm 103:20).
| | 330. | Sebagai makhluk rohani murni mereka mempunyai akal budi dan kehendak; mereka adalah wujud pribadi Bdk. Pius XII: DS 3891. dan tidak dapat mati Bdk. Luk 20:36.. Mereka melampaui segala makhluk yang kelihatan dalam kesempurnaan. Cahaya kemuliaannya membuktikan itu Bdk. Ul 10:9-12.
| << >>
|