KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2843. | Dengan demikian kata-kata Tuhan mengenai pengampunan, artinya cinta yang mencintai sampai kesudahannya Bdk. Yoh 13:1., menjadi hidup. Perumpamaan tentang hamba yang tidak berbelas-kasihan, yang mengakhiri ajaran Tuhan mengenai persekutuan Gereja Bdk. Mat 18:23-35., berakhir dengan perkataan: "Bapa-Ku yang di surga akan berbuat demikian juga kepada kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu". Segala sesuatu bergantung pada segenap "hati". Tidak berada dalam kekuasaan kita untuk tidak merasakan lagi kesalahan dan dengan demikian melupakannya; tetapi hati yang membuka diri bagi Roh Kudus, dapat menjadikan luka ini suatu belas kasihan dan membersihkan pikiran, dengan menjadikan kesalahan itu suatu syafaat.
| | 2844. | Doa Kristen malahan mengampuni musuh-musuh Bdk. Mat 5:43-44.. Ia mengubah murid, dengan menjadikannya serupa dengan Guru-Nya. Pengampunan adalah suatu puncak doa Kristen. Karena itu, hanya hati yang sesuai dengan belas kasihan ilahi, dapat menerima anugerah doa di dalam dirinya. Pengampunan membuktikan juga bahwa di dunia kita ini cinta lebih kuat daripada dosa. Para martir pada masa lampau dan dewasa ini memberikan kesaksian ini untuk Yesus. Pengampunan adalah syarat utama untuk perdamaian Bdk. 2 Kor 5:18-21. anak-anak Allah dengan Bapa-Nya dan di antara manusia satu sama lain".
| << >>
|