KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2826. | Dengan perantafaan doa "kita dapat mengetahui ... manakah kehendak Allah" (Rm 12:2) Bdk. Ef 5:17., dan "memperoleh ketekunan" untuk "melakukannya" (Ibr 10:36). Yesus mengajarkan kita bahwa bukan setiap orang yang memakai banyak kata akan masuk ke dalam Kerajaan surga, "melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga" (Mat 7:21).
| | 2827. | "Allah tidak mendengarkan orang berdosa, tetapi orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya" (Yoh 9:31) Bdk. 1 Yoh 5:14.. Doa Gereja dalam nama Tuhannya mempunyai kekuatan yang begitu besar, terutama dalam Ekaristi. Inilah persekutuan syafaat bersama Bunda Allah yang kudus Bdk. Luk 1:38.49. dan semua orang kudus, yang berkenan kepada Tuhan, karena hanya ingin memenuhi kehendak-Nya.
"Tanpa melecehkan kebenaran, kita dapat juga menerjemahkan kata-kata: Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga dengan: di dalam Gereja seperti di dalam Tuhan kita Yesus Kristus; di dalam mempelai yang sudah bertunangan dengannya, seperti di dalam mempelai pria, yang melakukan kehendak Bapa" (Agustinus, serm. Dom. 2,6,24).
| | 2828. | Berilah kami. Sungguh indah kepercayaan anak-anak yang mengharapkan segala sesuatu dari Bapanya. Bapa "menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar" (Mat 5:45). "Pada waktunya" Ia memberi "makanan" (Mzm 104:27) kepada semua makhluk hidup. Yesus mengajarkan permohonan ini kepada kita untuk memuliakan Bapa kita dengan mengakui kebaikan-Nya yang tiada taranya.
| | 2829. | "Berilah kami" adalah juga ungkapan perjanjian: Kita adalah milik Allah dan Ia adalah milik kita dan Ia memperhatikan kita. Dan melalui kata "kami" kita mengakui Dia pula sebagai Bapa semua manusia. Maka kita berdoa kepada-Nya untuk mereka semua, sambil menjadikan kebutuhan dan penderitaan mereka keprihatinan kita juga.
| | 2830. | Rezeki kami. Mustahil bahwa Bapa, yang menganugerahkan kehidupan kepada kita, tidak memberikan juga makanan serta segala kebutuhan jasmani dan rohani lainnya bagi kehidupan itu. Dalam khotbah-Nya di bukit Yesus mengajarkan sebuah kepercayaan, di mana kita merasa terjamin dalam penyelenggaraan Bapa Bdk. Mat 6:25-34.. Dengan itu Yesus tidak menghendaki kita untuk menerima nasib secara acuh tak acuh Bdk. 2 Tes 3:6-13.. Ia ingih membebaskan kita dari segala kesusahan dan kecemasan yang menekan hati. Anak-anak Allah selalu membiarkan diri dalam penyelenggaraan Bapa mereka.
"Mereka yang mencari Kerajaan dan keadilan Allah, akan juga mendapat segala sesuatu yang lain sesuai dengan janji-Nya. Karen bilasegalasesuatu adalah milik Allah, maka orang yang memiliki Allah tidak akan kekurangan apa pun, kalau ia sendiri tidak lupa akan kewajibannya terhadap Allah" (Siprianus, Dom. orat. 21)
| | 2831. | Ada orang yang lapar karena mereka tidak mempunyai makanan. Kenyataan ini menyingkapkan satu arti yang lebih dalam dari permohonan tadi. Kelaparan di dunia mengajak semua orang Kristen, yang mau berdoa dengan jujur, supaya melaksanakan tanggung jawabnya terhadap saudara-saudarinya. Hal ini berkaitan dengan sikap pribadi dan solidaritas mereka dengan seluruh umat manusia. Maka permohonan dalam doa Tuhan tadi tidak dapat dipisahkan baik dari perumpamaan Lasarus yang miskin Bdk. Luk 16:19-31., maupun dari perumpamaan pengadilan terakhir Bdk. Mat 25:31-46.
| | 2832. | Sebagaimana ragi mengembangkan adonan, demikian Kerajaan Allah harus mengembangkan dunia dengan bantuan Roh Kristus Bdk. AA 5.. Dan pengaruh ini harus dibuktikan dengan membuat relasi pribadi dan sosial, tata ekonomi, dan hubungan intemasional menjadi lebih adil. Sementara itu, tidak boleh dilupakan bahwa tanpa manusia berusaha untuk berlaku adil, tidak akan tercipta tata dunia yang adil.
| << >>
|