KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2793. | Yang sudah dibaptis tidak dapat berdoa kepada Bapa "kami", tanpa membawa semua orang, untuk siapa Putera-Nya yang terkasih telah menyerahkan Diri, ke hadirat Allah. Cinta Allah itu tanpa batas, dan doa kita pun harus demikian pula Bdk. NA5.. Bapa kami membuka bagi kita seluruh keluasan cinta Bapa yang telah menjadi tampak dalam Kristus. Kita berdoa bersama semua orang dan untuk semua manusia yang belum mengenal Bapa, supaya "mengumpulkan dan mempersatukan lagi anak-anak Allah yang tercerai-berai" (Yoh 11:52). Keprihatinan ilahi ini bagi semua manusia dan bagi seluruh ciptaan ini menjiwai semua pendoa yang besar; ia harus menghantar doa kita kepada satu cinta dengan hati terbuka lebar, apabila kita beraniberkata: Bapa "kami".
| | 2794. | Ungkapan biblis ini tidak berbicara tentang suatu tempat [ruang], tetapi satu cara berada; bukan tentang jauhnya Allah, melainkan keagungan-Nya. Bapa kita itu bukan "di tempat lain", melainkan Ia ada "di seberang segala sesuatu" yang dapat kita pikirkan mengenai kekudusan-Nya. Justru karena Ia tiga kali kudus, maka Ia dekat dengan hati yang rendah dan penuh sesal.
"Sepantasnya orang beranggapan bahwa kata-kata "Bapa kami yang ada di surga" berbicara tentang hati orang yang jujur, di mana Allah tinggal seperti dalam kenisah-Nya. Karena itu, juga pendoa akan menghendaki dan merindukan bahwa Ia yang ia sapa, tinggal di dalam dia" (Agustinus, serm. Dom. 2,5,17).
"Surga dapat juga berarti mereka, yang membawa gambaran dunia surgawi dalam dirinya dan di mana Allah tinggal dan berjalan-jalan" (Sirilus dari Yerusalem, catech. myst. 5,11).
| << >>
|