KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2784. | Anugerah rahmat ini, yakni pengangkatan sebagai anak, menuntut dari kita satu pertobatan yang terus-menerus dan satu kehidupan baru. Doa Bapa Kami harus mengembangkan dua sikap dasar di dalam kita. Kerinduan dan kehendak, supaya menjadi serupa dengan Dia. Karena kita sudah diciptakan menurut citra-Nya, maka karena rahmat, keserupaan dengan Dia itu diberikan lagi kepada kita. Kita harus menyesuaikan diri dengan citra itu.
"Kalau kita menamakan Allah itu Bapa, kita juga harus bersikap sebagai putera-putera Allah" (Siprianus, Dom. orat. 11).
"Kamu tidak dapat menamakan Bapamu itu Allah dari segala yang baik, kalau kamu mempunyai hati yang tidak manusiawi dan kejam. Karena dalam hal itu kamu tidak lagi memiliki tanda kebaikan dari Bapa surgawi di dalam kainu" (Yohanes Krisostomus, hom. in Mat 7:14).
"Kita harus tanpa henti-hentinya memandang keindahan Bapa dan membiarkan j iwa kita diresapi oleh-Nya" (Gregorius dari Nisa, or. dom.2).
| | 2785. | Hati yang merendahkan diri dan penuh kepercayaan. Hati macam ini membuat kita menjadi "seperti anak kecil" (Mat 18:3), karena Bapa menyatakan diri kepada "orang kecil" (Mat 11:25).
"[Doa Bapa Kami adalah satu penengadahan kepada Allah sendiri, satu api cinta yang besar. Jiwa lebur, tenggelam di dalam cinta yang kudus dan berbicara dengan Allah seperti dengan Bapanya sendiri, sangat mesra, dalam cinta seorang anak yang sangat khusus, lemah lembut." (Yohanes Kasianus, coll. 9,18).
"Bapa Kami: sambil kita berdoa, nama ini menimbulkan di dalam kita sekaligus cinta, simpati ... dan juga harapan, bahwa menerima apa yang kita minta ... Bagaimana Ia dapat menolak doa anak-anak-Nya, kalau sebelumnya Ia sudah mengizinkan mereka menjadi anak-anak-Nya?" (Agustinus, serm. Dom. 2,4,16).
| | 2786. | Sapaan Bapa "kami" diarahkan kepada Allah. Dari pihak kita kata ganti ini bukan menyatakan suatu pemilikan, melainkan satu hubungan yang baru sama sekali dengan Allah.
| | 2787. | Kalau kita mengatakan Bapa "kami", kita mengakui lebih dahulu bahwa semua janji cinta-Nya, yang diumumkan para nabi, telah dipenuhi dalam Kristus dalam perjanjian baru dan kekal: sekarang kita menjadi umat-"Nya" dan Ia Allah "kita". Hubungan baru ini adalah satu anugerah keanggotaan. Dalam cinta dan kesetiaan Bdk. Hos 2:21-22; 6:1-6. kita sekarang harus menjawab "kasih karunia dan kebenaran" (Yoh 1:17), yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Yesus Kristus.
| | 2788. | Karena doa Tuhan adalah doa umat-Nya dalam "zaman-zaman terakhir" maka kata "kami" ini juga menyatakan kepastian harapan kita atas janji Allah yang terakhir. Di dalam Yerusalem baru Ia mengatakan kepada pemenang: "Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku" (Why 21:7).
| | 2789. | Kalau kita berdoa Bapa "kami", secara pribadi kita berpaling kepada Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Kita tidak membagi ke-Allah-an, karena Bapa adalah "sumber dan asalnya". Sebaliknya dengan itu kita mengakui bahwa dari kekal Putera telah dilahirkan oleh-Nya dan Roh Kudus keluar dari Dia. Kita juga tidak mencampur adukkan Pribadi-pribadi karena kita mengakui bahwa kita mempunyai persekutuan dengan Bapa dan Putera-Nya Yesus Kristus dalam Roh Kudus-Nya yang satu-satunya. Tritunggal Mahakudus itu sehakikat dan tidak terbagi. Kalau kita berdoa kepada Bapa, kita menyembah Dia dan memuliakan Dia bersama dengan Putera dan Roh Kudus.
| | 2790. | Kata "kami" menandakan sesuatu yang dimiliki bersama oleh sejumlah orang. Ada hanya satu Allah, dan Ia diakui sebagai Bapa oleh mereka yang, karena iman kepada Putera tunggal-Nya, dilahirkan kembali dari air dan dari Roh Kudus Bdk. 1 Yoh 5:1; Yoh 3:5.. Gereja adalah persekutuan baru antara Allah dan manusia ini. Bersatu dengan Putera tunggal-Nya, "yang menjadi yang sulung di antara banyak saudara" (Rm 8:29) ia terikat dalam persekutuan dengan Bapa yang satu dan sama, dalam Roh Kudus yang satu dan sama Bdk. Ef 4:4-6.. Setiap orang beriman, yang berdoa Bapa "kami", berdoa di dalam persekutuan ini: "Kumpulan orang beriman itu sehati dan sejiwa" (Kis 4:32).
| << >>
|