KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2771. | Di dalam Ekaristi, doa Tuhan juga menyatakan sifat eskatologis dari permohonannya. Itulah doa "zaman akhir", zaman keselamatan, yang telah mulai dengan curahan Roh Kudus dan akan diselesaikan dengan kedatangan Tuhan kembali. Permohonan Bapa Kami, berbeda dengan doa-doa Perjanjian Lama, bersandar pada misteri keselamatan, yang direalisasikan satu kali untuk selamanya dalam Kristus yang disalibkan dan bangkit kembali.
| | 2772. | Dari iman yang tidak tergoyahkan ini muncullah harapan, yang nyata dalam setiap permohonan itu. Ketujuh permohonan itu menyatakan keluhan dari zaman sekarang, zaman ketabahan dan penantian, ketika "belum nyata, apa keadaan kita kelak" (1 Yoh 3:2) Bdk. Kol 3:4.. Perayaan Ekaristi dan Bapa Kami terarah kepada kedatangan Tuhan, "sampai Ia datang" (1 Kor 11:26).
| | 2773. | Atas permohonan murid-murid-Nya, "Tuhan, ajarlah kami berdoa" (Luk 11:1) Yesus mempercayakan kepada mereka doa utama Kristen, Bapa Kami.
| | 2774. | "Doa Tuhan adalah kesimpulan seluruh Injil" (Tertulianus, or 1) dan "doa yang paling sempurna" (Thomas Aqu., s. th. 2-2,83,9). Ia berada pada sentrum Kitab Suci.
| | 2775. | Ia dinamakan "doa Tuhan ", karena ia berasal dari Yesus, Tuhan, guru, dan contoh doa kita.
| | 2776. | Doa Tuhan adalah doa Gereja yang sebenarnya. Ia merupakan bagian pokok dari ibadat pagi dan sore dan dari Sakramen-sakramen inisiasi Kristen: Pembaptisan, Penguatan, dan Ekaristi. Sebagai bagian dari perayaan Ekaristi, ia menyatakan sifat "eskatologis" dari permohonan-Nya, dalam harapan kepada Tuhan, "sampai Ia datang" (I Kor 11:26).
| << >>
|