KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2769. | Penyampaian [traditio] doa Tuhan pada Pembaptisan dan Penguatan merupakan tanda kelahiran kembali dalam kehidupan ilahi. Doa Kristen berarti berbicara kepada Allah dengan Sabda Allah. Dengan demikian mereka yang "dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah" (1 Ptr 1:23), belajar untuk berseru kepada-Nya dengan satu-satunya Sabda, yang Bapanya selalu kabulkan. Dan selanjutnya mereka dapat melakukannya karena meterai pengurapan dengan Roh Kudus diukir secara tidak terhapuskan di dalam hati mereka, di dalam telinga mereka, di lidah mereka, di seluruh keberadaannya sebagai putera-puteri Allah. Karena itulah kebanyakan komentar dari bapa-bapa Gereja mengenai Bapa Kami ditujukan kepada para katekumen dan calon baptis. Kalau Gereja berdoa dengan kata-kata Tuhan, maka yang berdoa dan memperoleh kerahiman adalah selalu umat "yang dilahirkan kembali" Bdk. 1 Ptr 2:1-10.
| | 2770. | Dalam perayaan Ekaristi, doa Tuhan merupakan doa seluruh Gereja. Di sini tampillah artinya yang penuh dan daya gunanya. Disisipkan antara Doa Syukur Agung [anaphora] dan pembagian komuni ia menyimpulkan di satu pihak seluruh permohonan dan syafaat yang diucapkan dalam epiklese, di lain pihak ia memohon untuk diperbolehkan masuk ke dalam perjamuan perkawinan surgawi, yang diantisipasi dalam komuni sakramental.
| << >>
|