Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2585.Dari zaman antara Daud dan kedatangan Mesias terdapat teks-teks doa dalam buku-buku suci yang memberi kesaksian bahwa doa untuk diri sendiri dan untuk orang lain sudah mendalamBdk. Ezr 9:6-15; Neh 1:4-11. Yun 2:3-10; Tob 3:11-16; Ydt 9:2-14.. Mazmur-mazmur [madah pujian] tahap demi tahap disusun dalam sebuah himpunan dengan lima bagian. Buku Mazmur adalah satu bukti menonjol mengenai doa dalam Perjanjian Lama.

2586.Mazmur adalah makanan bagi dan ungkapan dari doa Umat Allah, yang pada hari raya besar berkumpul di Yerusalem dan setiap Sabat di sinagoga. Doa ini serentak pribadi dan umum: ia menyangkut mereka yang berdoa itu sendiri dan semua manusia. Ia dilambungkan dari tanah suci dan dari antara umat diaspora, namun merangkul seluruh ciptaan. Mazmur-mazmur mengingatkan kejadian-kejadian keselamatan di masa lampau dan mengarah kepada penyelesaian sejarah. Dalam doa mazmur umat mengenangkan janji-janji yang telah terpenuhi dan menantikan Mesias yang akan menyelesaikan itu secara definitif. Didoakan dan terpenuhi dalam Kristus, mazmur-mazmur mempunyai arti mendasar untuk doa Gereja Bdk. IGLH 100-109.

2587.Kitab Mazmur adalah buku, di mana Sabda Allah menjadi doa manusia. Di dalam buku-buku lain dari Perjanjian Lama kata-kata mewartakan karya Allah untak manusia dan "menerangkan rahasia yang tercantum di dalamnya" (DV 2). Dalam buku mazmur-mazmur kata-kata pemazmur menyatakan karya keselamatan Allah sebagai madah demi penghormatan kepada-Nya. Roh Kudus yang sama mengilhami baik karya Allah maupun jawaban manusia. Kristus mempersatukan kedua-duanya. Di dalam Dia mazmur-mazmur tak henti-hentinya mengajarkan kita berdoa.

2588.Keanekaan gaya mazmur terbentuk baik dalam liturgi umum di kenisah maupun dalam hati masing-masing pendoa. Entah madah pujian, ratapan atau lagu syukur, permohonan pribadi atau bersama, madah raja-raja atau lagu ziarah ataupun renungan mengenai kebijaksanaan, mazmur-mazmur itu mencerminkan karya-karya agung Allah dalam sejarah umat-Nya dan di dalam situasi manusiawi yang dialami oleh pemazmur sendiri. Kalau satu mazmur menceriterakan kembali kejadian di masa lampau, ia melakukannya dengan sangat sederhana, sehingga ia dapat didoakan oleh manusia dari setiap golongan dan segala zaman.

2589.Mazmur-mazmur itu sama dalam banyak hal: kesederhanaan dan spontanitas doa; kerinduan akan Allah, yang dimiliki pendoa bersama dengan segala sesuatu yang baik dalam ciptaan. Dalam doa mazmur diungkapkan situasi sulit orang beriman, yang karena cintanya kepada Tuhan harus berhadapan dengan musuh dan godaan, namun tetap menantikan apa yang dilakukan Allah yang setia, sambil berpegang teguh pada cinta kasih Tuhan dan menyerahkan diri kepada kehendak-Nya. Nada dasar doa mazmur adalah pujian, karenanya judul himpunan ini sesuai dengan isinya: "Madah Pujian". Disusun untuk ibadah umat, mazmur-mamur mengajak untuk berdoa dan serentak bernyanyi sebagai jawaban: Hallelu-Yah!, "Pujilah Tuhan".
"Apakah ada yang lebih baik dari sebuah mazmur? Karena itu Daud mengatakan dengan tepat: Pujilah Tuhan, sebab mazmur adalah sesuatu yang baik; berilah pujian yang mesra, yang indah! bagi Allah. Dan itu memang benar. Karena mazmur adalah satu pujian yang diucapkan oleh umat, satu pujian Allah oleh himpunan umat, sambutan baik dari semua, perkataan yang diucapkan bersama, suara Gereja, pernyataan iman yang merdu bunyinya ..." (Ambrosius, Psal. 1, 9).

2590."Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Allah atau satu permohonan, yang ditujukan kepada Allah untuk memperoleh hal-hal yang benar (Yohanes Damaskus, f.o. 3,24).

<<   >>