KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2581. | Kenisah harus menjadi tempat latihan doa untuk Umat Allah. Ziarah, pesta--pesta dan kurban-kurban, kurban malam, kemenyan, dan "roti sajian" adalah tanda--tanda kekudusan dan kemuliaan Allah yang agung namun yang sangat dekat. Semuanya itu merupakan ajakan untuk doa dan jalan-jalan doa. Tetapi pelaksanaan lahiriah dari kegiatan religius sering kali menggoda umat untuk suatu ibadah yang hanya bersifat lahiriah. Ia membutuhkan pendidikan dalam iman dan pertobatan hati. Inilah tugas para nabi sebelum dan sesudah pembuangan.
| | 2582. | Elia adalah bapa para nabi, "orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub" (Mzm 24:6). Nama "Elia" - "Tuhan adalah Allahku" - menyatakan seruan bangsa yang bergaung sebagai jawaban atas doa sang nabi di gunung KarmelBdk. 1 Raj 18:39.. Santo Yakobus menunjuk seruan ini, untuk menggerakkan kita supaya berdoa: "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yak 5:16b).
| << >>
|