KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2125. | Karena ateisme menyangkal atau menolak keberadaan Allah, ia adalah dosa melawan keutamaan penyembahan kepada Allah Bdk.Rm 1:18.. Maksud dan situasi dapat membatasi dengan sangat tanggung jawab terhadap kesalahan ini. Dalam kelahiran dan penyebarluasan ateisme "umat beriman dapat juga tidak kecil peran sertanya, yakni: sejauh mereka - dengan melalaikan pembinaan iman, atau dengan cara memaparkan ajaran yang sesat, atau juga karena cacat-cela mereka dalam kehidupan keagamaan, moral, dan kemasyarakatan - harus dikatakan lebih menyelubungi daripada menyingkapkan wajah Allah yang sejati maupun wajah agama yang sesungguhnya" (GS 19,3).
| | 2126. | Sering kali ateisme berdasarkan atas pandangan yang salah mengenai otonomi manusia, yang melangkah sekian jauh, sehingga menyangkal setiap ketergantungan kepada Allah Bdk. GS 20,1.. Tetapi "pengakuan terhadap Allah sama sekali tidak berlawanan dengan martabat manusia, sebab martabat itu didasarkan pada Allah sendiri dan disempurnakan dalam-Nya" (GS 21,3). Gereja tabu, "bahwa amanatnya menanggapi dambaan-dambaan hati manusia yang paling rahasia" (GS 21,7).
| << >>
|