KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2089. | Ketidakpercayaan berarti tidak menghiraukan kebenaran yang diwahyukan atau menolak dengan sengaja untuk menerimanya. "Disebut bidah kalau menyangkal atau meragu-ragukan dengan tegas suatu kebenaran yang sebenarnya harus diimani dengan sikap iman ilahi dan katolik, sesudah penerimam Sakramen Pembaptisan; disebut murtad kalau menyangkal iman-kepercayaan kristiani secara menyeluruh; disebut skisma kalau menolak ketaklukan kepada Sri Paus atau persekutuan dengan anggota-anggota Gereja yang takluk kepadanya" (CIC, can. 751).
| | 2090. | Kalau Allah mewahyukan Diri dan menyapa manusia, maka manusia tidak dapat menjawab sepenuhnya kasih ilahi dengan kekuatan sendiri. Ia harus mengharapkan bahwa Allah akan menganugerahkan kepadanya kesanggupan untuk menjawab kasih-Nya dan berbuat sesuai dengan perintah-perintah kasih. Harapan adalah penantian dengan penuh kepercayaan akan berkat ilahi dan pandangan Allah yang membahagiakan; ia juga dihubungkan dengan perasaan takut untuk melanggar kasih Allah dan membuat diri layak untuk disiksa.
| << >>
|