Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

2085.Allah yang satu dan benar mewahyukan kemuliaan-Nya pertama-tama kepada umat Israel Bdk. Kel 19:16-25; 24:15-18.. Bersama wahyu Allah, dinyatakan pula panggilan dan hakikat manusia yang benar. Manusia dipanggil untuk memberi kesaksian tentang Allah, dengan bertingkah laku sesuai dengan kenyataan bahwa ia diciptakan "menurut citra Allah" dan serupa dengan Allah.
Santo Yustinus martir berkata (sekitar thn. 155) kepada seorang pakar Yahudi: "tidak akan ada Allah lain, Tryphon, dan dari awal mula pun tidak ada Allah lain ... kecuali Dia, yang membuat semesta alam dan mengaturnya. Selanjutnya kami percaya bahwa Allah kami tidak lain dari Allah kamu, sebaliknya Ia adalah sama dengan Dia, yang telah membawa nenek moyangmu keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung. Juga kami tidak berharap kepada Allah yang lain - karena memang tidak ada lain - kecuali kepada Allah yang sama seperti Allahmu, kepada Allah Abraham, Ishak, dan Yakub" (Yustinus, dial. 11, 1).

2086.Di dalam firman pertama tercakup "perintah iman, harapan, dan kasih. Sebab kalau kita mengatakan mengenai Allah bahwa Ia tidak bergerak, tidak berubah, tetap sama, maka amat beralasan kita mengakui-Nya sebagai yang setia tanpa ketidakadilan sedikit pun. Karena itu perlu kita menerima kata-kata-Nya, percaya kepada-Nya dengan teguh dan berharap kepada-Nya dengan sepenuh hati. Tetapi siapa yang melihat kemahakuasaan-Nya, kelemahlembutan-Nya, dan kerelaan-Nya, serta kecenderungan-Nya untuk berbuat baik - dapatkah ia menaruh harapannya kepada sesuatu yang lain dari Dia? Kalau ia memandang kekayaan kebaikan dan kasih-Nya yang telah Ia curahkan ke dalam kita - bukankah ia harus mengasihi Dia? Karena itu, untuk membuka dan menutup perintah dan peraturan-Nya, Allah memakai kata-kata Akulah Tuhan" (Catech. R. 3,2,4).

<<   >>