KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2055. | Ketika orang menanyakan kepada-Nya: "Guru hukum manakah yang terutama, dalam hukum Taurat?" (Mat 22:36), Yesus menjawab: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi" (Mat 22:37-40) Bdk. UL6:5; Im 19:18.. Dekalog harus dijelaskan dalam terang hukum kasih ganda dan sekaligus satu-satunya yang merupakan kegenapan hukum:"Firman: jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat" (Rm 13:9-10).
| | 2056. | "Dekalog" secara harfiah berarti "sepuluh firman" (Kel 34:28; Ul 4:13; 10:4). Sepuluh firman ini Allah wahyukan kepada umat-Nya di gunung suci Sinai. Berbeda dengan perintah-perintah lain yang dicatat oleh Musa Bdk. Ul 31:9.24., mereka ditulis oleh "jari Allah" (Kel 31:18) Bdk.Ul 5:22.. Karena itu, mereka merupakan kata-kata Allah dalam arti khusus. Mereka diwahyukan kepada kita dalam buku Keluaran Bdk. Kel. 20:1-7. dan dalam buku Ulangan Bdk.Ul 5:6-22.. Sudah dalam Perjanjian Lama buku-buku suci menunjuk kepada "sepuluh firman" Bdk. misalnya Hos 4:2; Yer 7:9; Yeh 18:5-9. itu. Tetapi baru dalam Perjanjian Baru, dalam Yesus Kristus, disingkapkanlah artinya yang paling dalam.
| << >>
|