KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 2011. | Kasih Kristus di dalam kita adalah sumber segala jasa kita di hadirat Allah. Rahmat mempersatukan kita dengan Kristus dalam kasih yang aktif dan dengan demikian menjamin sifat adikodrati dari perbuatan kita dan karena itu sifat jasa di hadapan Allah dan manusia. Para kudus selalu sangat sadar bahwa jasa-jasanya adalah rahmat semata-mata:
"Sesudah pengasingan di dunia berharap bahwa aku akan bergembira di surga karena Engkau; tetapi aku tidak mau mengumpulkan jasa-jasa untuk surga, tetapi hanya bekerja untuk kasih-Mu.... Pada akhir kehidupan ini aku akan tampil di hadirat-Mu dengan tangan kosong; karena aku tidak mohon kepada-Mu, ya Tuhan, untuk menghitung- hitung pekerjaanku. Semua keadilan kami adalah penuh cacat dalam mata-Mu! Karena itu aku mau mengenakan keadilan-Mu sendiri dan menerima dari kasih-Mu harta abadi ialah diri-Mu sendiri" (Teresia dari Anak Yesus, offr).
| | 2012. | "Kita tabu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia... Sebab semua orang yang dipilih-Nya sejak semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Anak-Nya itu menjadi sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga akan dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya" (Rm 8:28-30).
| << >>
|