KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1799. | Dihadapkan kepada satu keputusan moral, hati nurani dapat mengambil keputusan yang tepat, yang sesuai dengan akal budi dan dengan hukum ilahi, ataupun satu keputusan yang salah yang bertentangan dengan kedua-duanya.
| | 1800. | Manusia selalu harus mengikuti keputusan hati nuraninya yang pasti.
| | 1801. | Hati nurani dapat tinggal dalam ketidaktahuan atau dapat memutuskan secara salah. Ketidaktahuan dan keputusan salah semacam itu tidak selalu bebas dari kesalahan.
| | 1802. | Sabda Allah adalah terang yang menyinari jalan kita. Dalam iman dan doa kita harus menjadikannya milik kita dan melaksanakannya. Atas cara ini hati nurani dibentuk.
| | 1803. | "Jadi, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" (Flp 4:8). Kebajikan adalah suatu kecenderungan yang tetap dan teguh untuk melakukan yang baik. Ia memungkinkan manusia bukan hanya untuk melakukan perbuatan baik, melainkan juga untuk menghasilkan yang terbaik seturut kemampuannya.Dengan segala kekuatan moral dan rohani, manusia yang berkebajikan berusaha untuk melakukan yang baik. Ia berusaha untuk mencapainya dan memilihnya dalam tindakannya yang konkret.
"Tujuan kehidupan yang berkebajikan ialah menjadi serupa dengan Allah" (Gregorius Nisa, beat. l).
| | 1804. | Kebajikan manusiawi adalah sikap yang teguh, kecenderungan yang dapat diandalkan, kesempurnaan akal budi dan kehendak yang tetap, yang mengarahkan perbuatan kita, mengatur hawa nafsu kita dan membimbing tingkah laku kita supaya sesuai dengan akal budi dan iman. Mereka memberi kepada manusia kemudahan, kepastian dan kegembiraan untuk menjalankan kehidupan moral secara baik. Manusia yang berkebajikan melakukan yang baik dengan sukarela.Kebajikan moral diperoleh melalui usaha manusia. Ia adalah buah dan sekaligus benih untuk perbuatan baik secara moral; ia mengarahkan seluruh kekuatan manusia kepada tujuan, supaya hidup bersatu dengan cinta ilahi.
| << >>
|