KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1433. | Sejak Paska, Roh Kudus "menginsyatkan" dunia akan "dosa" (Yoh 16:8-9), artinya Ia menyingkapkan bahwa dunia tidak percaya kepada Dia, yang diutus Bapa. Roh yang sama, yang membuka kedok dosa, adalah juga Penolong Bdk. Yoh 15:26. yang memberi rahmat penyesalan dan pertobatan kepada hati manusia Bdk. Kis 2:36-38; DeV 27-48.
| | 1434. | Tobat batin seorang Kristen dapat dinyatakan dalam cara yang sangat berbeda-beda. Kitab Suci dan para Bapa Gereja berbicara terutama tentang tiga bentuk: puasa, doa, dan memberi sedekah Bdk. Tob 12:8; Mat 6:1-18. sebagai pernyataan pertobatan terhadap diri sendiri, terhadap Allah, dan terhadap sesama. Di samping pembersihan secara menyeluruh yang dikerjakan oleh Pembaptisan atau martirium, mereka mencatat sebagai sarana-sarana untuk memperoleh pengampunan dosa: upaya-upaya untuk berdamai dengan sesamanya, air mata pertobatan, keprihatinan untuk keselamatan sesama Bdk. Yak 5:20., doa syafaat para kudus, dan cinta aktif kepada sesama - karena "kasih menutupi banyak sekali dosa" (1 Ptr 4:8).
| | 1435. | Pertobatan terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan perdamaian, bantuan, bagi orang miskin, pelaksanaan dan pembelaan keadilan dan hukum Bdk. Am 5:24; Yes 1:17., pengakuan kesalahan sendiri, teguran persaudaraan, pemeriksaan cara hidup sendiri, pemeriksaan batin, bimbingan rohani, penerimaan sengsara, dan ketabahan dalam penghambatan demi keadilan. Setiap hari memikul salibnya dan mengikuti Kristus adalah jalan yang paling aman untuk pertobatan Bdk. Luk 9:23.
| | 1436. | Ekaristi dan pertobatan. Pertobatan dan penebusan dosa setiap hari menemukan sumbar dan makanannya di dalam Ekaristi, karena di dalamnya kurban Kristus yang mendamaikan kita dengan Allah dihadirkan. Olehnya dikenyangkanlah dan dikuatkanlah orang yang hidup dari kehidupan Kristus. Ialah "nurbisa, yang olehnya kita dibebaskan dari kesalahan sehari-hari dan dilindungi dari dosa berat" (Konsili Trente: DS 1638).
| | 1437. | Pembacaan Kitab Suci, doa Bapa Kami dan Ibadat Harian, tiap kegiatan untuk menghormati Allah secara jujur dan tindakan kesalehan, menghidupkan roh pertobatan dan metanoia di dalam kita, dan turut membantu pengampunan dosa-dosa kita.
| | 1438. | Masa dan hari pertobatan dalam tahun Gereja (masa puasa, tiap hari Jumat sebagai kenangan akan kematian Tuhan) adalah waktu pembinaan hidup pertobatan Gereja Bdk. SC 109-110; CIC, cann. 1249-1253; CCEO, cam. 880-883.. Waktu-waktu ini sangat cocok terutama untuk retret, upacara tobat dan ziarah pertobatan, untuk pengorbanan secara sukarela umpamanya oleh puasa dan memberi sedekah, dan untuk membagi-bagi dengan sesama (karya karitatif dan misioner).
| | 1439. | Jalan metanoia dan pertobatan dilukiskan Yesus secara sangat mengesankan dalam perumpamaan mengenai "anak yang hilang", yang pusatnya adalah "Bapa yang berbelaskasihan" Luk 15:11-24.: godaan untuk mengenyam kebebasan semu, meninggalkan rumah Bapa; kemelaratan lahiriah yang menjerat sang putera, setelah ia memboroskan segala milik kepunyaannya; penghinaan yang mendalam, karena harus menggembalakan babi dan, lebih buruk lagi, kerinduan agar memuaskan diri dengan makanan babi; renungan akan harta benda yang telah hilang; penyesalan dan keputusan mengaku diri bersalah di depan Bapa; jalan kembali; penerimaan yang penuh murah hati oleh Bapa; kegembiraan Bapa: semuanya itu adalah ciri-ciri proses pertobatan. Pakaian yang indah, cincin, dan perjamuan pesta adalah lambang kehidupan baru yang murni, layak, dan penuh kegembiraan, kehidupan seorang manusia yang kembali kepada Allah dan ke dalam pangkuan keluarganya, Gereja. Hanya hati Kristus, yang mengenal kedalaman cinta Bapa-Nya, dapat menggambarkan bagi kita jurang belas kasihan-Nya atas suatu cara yang begitu sederhana dan indah.
| | 1440. | Dosa adalah terutama penghinaan terhadap Allah dan pemutusan persekutuan dengan Dia. Serentak pula ia merugikan persekutuan dengan Gereja. Karena itu, pertobatan mendatangkan secara serentak pengampunan Allah dan perdamaian dengan Gereja. Sakramen pertobatan dan perdamaian menyatakan dan melaksanakannya dalam liturgi Bdk. LG 11.
| << >>
|