KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1367. | Kurban Kristus dan kurban Ekaristi hanya satu kurban: "karena bahan persembahan adalah satu dan sama; yang sama, yang dulu mengurbankan diri di salib, sekarang membawakan kurban oleh pelayanan imam; hanya cara berkurban yang berbeda". "Dalam kurban ilahi ini, yang dilaksanakan di dalam misa, Kristus yang sama itu hadir dan dikurbankan secara tidak berdarah... yang mengurbankan diri sendiri di kayu salib secara berdarah satu kali untuk selama-lamanya" (Konsili Trente: DS 1743).
| | 1368. | Ekaristi adalah juga kurban Gereja. Gereja, Tubuh Kristus, mengambil bagian dalam kurban Kepalanya. Bersama Dia ia sendiri dipersembahkan seluruhnya. Ia mempersatukan diri dengan doa syafaat-Nya kepada Bapa untuk semua manusia. Di dalam Ekaristi, kurban Kristus juga menjadi kurban anggota-anggota tubuh-Nya. Kehidupan umat beriman, pujian, kesengsaraan, doa dan karyanya dipersatukan dengan yang dimiliki Kristus dan dengan penyerahan diri-Nya secara menyeluruh, sehingga mendapat satu nilai baru. Kurban Kristus yang hadir di atas altar memberi kemungkinan kepada semua generasi Kristen, untuk bersatu dengan kurban-Nya.Di dalam katakombe, Gereja sering digambarkan seperti wanita yang sedang berdoa, dengan Lengan terbuka lebar, dalam sikap seorang Orante [sikap seorang berdoa]. Ia mengurbankan diri seperti Kristus, yang merentangkan tangan di salib, oleh Dia, bersama Dia, dan dalam Dia, dan mendoakan kepentingan semua manusia. 618, 2031, 1109
| | 1369. | Seluruh Gereja dipersatukan dengan kurban dan doa syafaat Kristus. Karena kepada Paus diserahkan pelayanan Petrus di dalam Gereja, maka ia diikutsertakan dalam setiap perayaan Ekaristi, di mana ia disebut sebagai tanda dan pelayan kesatuan seluruh Gereja. Uskup setempat selalu bertanggung jawab atas perayaan Ekaristi, juga apabila seorang imam yang memimpin; namanya disebut, untuk menunjukkan bahwa ia berada di tengah para imamnya dan dengan bantuan para diaken, memimpin Gereja lokal. Umat juga mendoakan kepentingan semua yang berkecimpung dalam pelayanan Gereja, yang membawa kurban Ekaristi ini untuk dia dan bersama dia.
"Perayaan Ekaristi dapat diandalkan, apabila ia dipersembahkan oleh Uskup atau oleh seorang yang ditugaskannya" (Ignasius dari Antiokia, Smyrn. 8,1).
"Melalui pelayanan para imam kurban rohani kaum beriman mencapai kepenuhannya dalam persatuan dengan kurban Kristus Pengantara tunggal, melalui tangan para imam, atas nama seluruh Gereja, dipersembahkan secara tak berdarah dan sakramental dalam Ekaristi, sampai kedatangan Tuhan sendiri" (PO 2).
| | 1370. | Bukan hanya anggota-anggota Tubuh Kristus yang masih hidup di dunia ini bersatu dengan kurban Kristus, melainkan juga mereka, yang sudah berada dalam kemuliaan surga. Gereja membawa kurban Ekaristi dalam persatuan dengan Perawan Maria tersuci, demikian juga dalam kenangan akan dia dan akan semua orang kudus. Di dalam Ekaristi, Gereja seakan-akan berdiri bersama Maria di kaki salib, dipersatukan dengan kurban dan doa syafaat Kristus.
| | 1371. | Kurban Ekaristi juga dipersembahkan untuk umat beriman yang mati di dalam Kristus, "yang belum disucikan seluruhnya" (Konsili Trente: DS 1743), supaya mereka dapat masuk ke dalam Kerajaan Kristus, Kerajaan terang dan damai:
"Kuburkanlah badan ini di mana saja ia berada: kamu tidak perlu peduli dengannya. Hanya satu yang saya minta kepada kamu: Di mana pun kamu berada, kenangkan saya pada altar Tuhan" (Santa Monika sebelum wafatnya, kepada santo Augustinus dan saudaranya: Agustinus, conf. 9,11,27).
"Lalu kita berdoa [dalam anaforal untuk Paus dan Uskup yang telah meninggal, dan untuk semua orang yang telah meninggal pada umumnya. Karena kita percaya bahwa jiwa-jiwa yang didoakan dalam kurban yang kudus dan agung ini, akan mendapat keuntungan yang besar darinya... Kita menyampaikan kepada Allah doa-doa kita untuk orang-orang yang telah meninggal, walaupun mereka adalah orang-orang berdosa... Kita mengurbankan Kristus yang dikurbankan untuk dosa kita. Olehnya kita mendamaikan Allah yang penuh kasih sayang kepada manusia dengan mereka dan dengan kita" (Sirilus dari Yerusalem, catech. myst. 5,9,10).
| | 1372. | Ajaran ini mendorong kita untuk semakin sempurna ikut serta dalam kurban Penebus kita, yang kita rayakan dalam Ekaristi. Dan itu disimpulkan dengan bagus oleh santo Agustinus :
"Seluruh jemaat yang tertebus, yaitu persatuan dan persekutuan para kudus, dipersembahkan kepada Allah sebagai kurban yang merangkum segala sesuatu oleh Imam Agung, yang dalam rupa hamba menyerahkan diri kepada kita dalam sengsara-Nya, supaya kita menjadi tubuh dari Kepala yang begitu agung... Itulah kurban orang-orang Kristen: walaupun banyak, satu tubuh di dalam Kristus (Rm 12:5). Gereja mempersembahkan kurban ini melalui Sakramen altar yang dikenal umat beriman, di mana dinyatakan kepadanya, bahwa ia sendiri dipersembahkan dalam apa yang ia persembahkan" (civ. 10,6).
| << >>
|