Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

1313.Dalam ritus Latin Uskuplah pemberi Penguatan yang biasa Bdk. CIC, can. 882.. Walaupun Uskup karena alasan-alasan berat, dapat memberi wewenang kepada para imam supaya menerimakan Penguatan, namun sesuai dengan arti Sakramen, kalau ia sendirilah yang memberikannya. Sebab justru dengan alasan ini maka upacara Penguatan dipisahkan dari upacara Pembaptisan. Para Uskup adalah pengganti para Rasul dan dalam status itu mereka telah menerima Sakramen Tahbisan secara penuh. Kalau mereka sendiri memberikan Penguatan Bdk. CIC, can. 884 ?2., maka dinyatakan dengan tepat bahwa ia mengikat penerimanya lebih erat dengan Gereja, dengan asal-usul apostoliknya dan dengan perutusannya sebagai saksi Kristus.

1314.Kalau seorang warga Kristen berada dalam bahaya maut, setiap imam boleh memberikan Penguatan kepadanya Bdk. CIC, can. 883 ? 3.. Gereja menghendaki bahwa tidak seorang pun dari anak-anaknya, betapa pun kecilnya, meninggalkan dunia ini, tanpa disempurnakan oleh Roh Kudus dengan anugerah kepenuhan Kristus.

1315."Ketika Rasul-Rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ, Setibanya di situ, kedua Rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus" (Kis 8:14-17).

1316.Penguatan menyempurnakan rahmat Pembaptisan. Itu adalah Sakramen yang memberi Roh Kudus, supaya mengakarkan kita lebih kuat dalam persekutuan anak-anak Allah, menggabungkan kita lebih erat dengan Kristus, memperkuat hubungan kita dengan Gereja, membuat kita mengambil bagian yang lebih banyak dalam perutusannya, dan membantu kita, supaya memberi kesaksian iman Kristen dengan perkataan dan perbuatan.

1317.Seperti Pembaptisan, Penguatan juga mengukir satu tanda rohani, satu meterai yang tidak terhapus di dalam jiwa orang Kristen; karena itu orang hanya menerima Sakramen ini satu kali saja.

1318.Di Timur, Penguatan langsung diberikan sesudah Pembaptisan; menyusul keikutsertaan dalam Ekaristi - satu tradisi, yang menonjolkan kesatuan dari ketiga Sakramen inisiasi Kristen. Dalam Gereja Latin orang baru menerima Penguatan kalau sudah mencapai usia yang dapat berpikir rasional; biasanya upacara itu dikhususkan untuk Uskup, untuk menandaskan bahwa Sakramen ini memperkuat hubungan dengan Gereja.

1319.Seorang penerima Penguatan yang telah mencapai usia yang dapat berpikir rasional, harus mengakui iman, berada dalam suasana rahmat, mempunyai maksud menerima Penguatan, dan harus siap menanggung tugasnya sebagai murid dan saksi Kristus dalam persekutuan Gereja dan dalam dunia.

1320.Ritus hakiki dari Penguatan ialah bahwa yang dibaptis diurapi dengan krisma kudus pada dahi (di Timur diurapi juga bagian-bagian tubuh yang lain). Sementara itu pemberi meletakkan tangan di atasnya dan dalam ritus Roma berkata: "Semoga dimeterai oleh anugerah Allah, Roh Kudus", dalam ritus Bisantin: "Meterai anugerah Roh Kudus".

<<   >>