KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1289. | Supaya menandai karunia Roh Kudus dengan lebih baik lagi, dengan cepat ditambahkan pada peletakan tangan pengurapan dengan minyak harum mewangi [krisma]. Pengurapan ini menjelaskan nama "Kristen" yang berarti "terurapi" dan disimpulkan dari Kristus sendiri, yang "Allah urapi dengan Roh Kudus" (Kis 10:38). Ritus pengurapan itu ada sampai sekarang baik di Timur maupun di Barat. Karena itu, di Timur orang menamakan Sakramen ini Khrismasi, urapan dengan krisma, atau Myron, yang berarti "krisma". Di Barat nama Penguatan pada satu pihak menunjuk kepada "peneguhan" Pembaptisan, yang dengannya inisiasi Kristen disempurnakan, dan di lain pihak kepada penguatan rahmat Pembaptisan - kedua-duanya adalah buah-buah Roh Kudus.
| | 1290. | Dalam abad-abad pertama pada umumnya Penguatan bersama dengan Pembaptisan hanya merupakan satu upacara saja, satu "Sakramen ganda" seperti yang dikatakan santo Siprianus. Pembaptisan anak-anak yang semakin sering dan malahan pada setiap waktu sepanjang tahun dan penambahan paroki-paroki, di samping alasan-alasan lain, tidak memungkinkan lagi bahwa Uskup hadir dalam semua upacara Pembaptisan. Karena orang menghendaki agar penyempurnaan Pembaptisan dikhususkan bagi Uskup, muncullah di dunia Barat kebiasaan bahwa waktu penerimaan kedua Sakramen itu dipisahkan satu dari yang lain. Dunia Timur mempertahankan kedua Sakramen itu dalam satu kesatuan; Penguatan diberikan oleh imam pembaptis. Namun ia hanya memberikannya dengan "Myron" yang telah diberkati oleh Uskup Bdk. CCEO, cann. 695,1;696,1.
| | 1291. | Satu kebiasaan Gereja Roma - satu pengurapan dengan krisma kudus sesudah Pembaptisan yang diberikan sebanyak dua kali - mendukung pengembangan praktik Barat. Pengurapan pertama untuk yang baru dibaptis dilakukan oleh imam langsung sesudah Pembaptisan dan kemudian dilengkapi dengan urapan kedua, pada waktu mana Uskup mengurapi dahi setiap orang yang baru dibaptis Bdk. Hipolit.trad.ap.21.. Pengurapan pertama dengan krisma yang dilakukan imam tetap dipertahankan dalam ritus Pembaptisan; itu menandakan keikutsertaan orang yang dibaptis dalam martabat Kristus sebagai nabi, imam, dan raja. Kalau Pembaptisan diberikan kepada seorang dewasa, maka sesudah Pembaptisan hanya ada satu urapan saja: Penguatan.
| | 1292. | Praktik Gereja Timur terutama menyatakan kesatuan inisiasi Kristen; sedangkan praktik Gereja Latin menyatakan persekutuan warga Kristen baru dengan Uskupnya, sebagai orang yang menjamin kesatuan Gerejanya, katolisitasnya dan apostolisitasnya, dan dengan demikian juga hubungan dengan asal-usul apostolik Gereja Kristus.
| | 1293. | Dalam ritus Sakramen ini perlu diperhatikan dua hal: tanda pengurapan dan apa yang pengurapan itu tandakan dan ukirkan, ialah meterai rohani.Pengurapan itu kaya arti, dalam bahasa biblis dan dalam gambar-gambar antik: minyak adalah tanda kelimpahan Bdk. Misalnya Ul 11:14. dan kegembiraan Bdk. Mzm 23:5; 104:15.; ia membersihkan (pengurapan sebelum dan sesudah mandi) dan membuat lentur (pengurapan untuk para olahragawan dan para pegulat); ia juga tanda penyembuhan, karena ia mengurangi rasa sakit karena memar dan luka Bdk. Yes 1:6; Luk 10:34.; ia juga membuat bersih dan kuat.
| | 1294. | Semua arti pengurapan dengan minyak ini ditemukan lagi dalam kehidupan sakramental. Pengurapan dengan minyak katekumen sebelum Pembaptisan berarti pembersihan dan penguatan; pengurapan orang sakit berarti penyembuhan dan penguatan. Pengurapan dengan krisma kudus sesudah Pembaptisan, pada waktu Penguatan dan Tahbisan adalah tanda konsekrasi. Oleh Penguatan, orang-orang Kristen - artinya orang-orang yang diurapi - menambah keikutsertaan dalam perutusan Yesus Kristus dan mengambil bagian dalam kepenuhan Roh Kudus, sehingga seluruh kehidupannya mengalirkan "keharuman Kristus" Bdk. 2 Kor 2:15.
| | 1295. | Oleh pengurapan ini, orang yang menerima Penguatan menerima tanda meterai Roh Kudus. Meterai adalah lambang pribadi Bdk. Kej 38:18; Kid 8:6., tanda otoritasnya, hak miliknya atas sesuatu benda Bdk. Kej 41:42. - para serdadu misalnya ditandai dengan meterai komandannya dan para hamba dengan meterai tuannya. Meterai mengesahkan tindakan hukum atau satu dokumen Bdk. Yer 32:10. dan dalam keadaan tertentu membuatnya menjadi rahasia Bdk. Yes 29:11.
| | 1296. | Kristus sendiri menerangkan tentang diri-Nya bahwa Bapa telah mengesahkan-Nya dengan satu meterai Bdk. Yoh 6:27.. Juga warga Kristen ditandai oleh suatu meterai: Tuhanlah, yang "memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita" (2 Kor 1:22) Bdk. Ef 1:13; 4:30.. Meterai Roh Kudus ini berarti bahwa orang sepenuhnya menjadi milik Kristus, ditempatkan dalam pelayanan-Nya untuk selamanya, tetapi juga bahwa perlindungan ilahi dijanjikan kepada seseorang dalam percobaan besar pada akhirat Bdk. Why 7:2-3; 9:4; Yeh 9:4-6.
| << >>
|