KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1188. | Dalam suatu perayaan liturgi, seluruh jemaat adalah "selebran", setiap orang sesuai dengan tugasnya. Imamat orang yang dibaptis adalah imamat seluruh Tubuh Kristus. Beberapa orang beriman menerima Sakramen Tahbisan, supaya menghadirkan Kristus sebagai Kepala Tubuh.
| | 1189. | Perayaan liturgi mencakup tanda-tanda dan lambang-lambang, yang berkaitan dengan ciptaan (terang, air, api) dengan kehidupan manusia (membasuh, mengurapi, memecahkan roti) dan dengan sejarah keselamatan (ritus Paska). Setelah ditarik masuk ke dalam dunia iman dan setelah dipengaruhi oleh kekuatan Roh Kudus, unsur-unsur kosmis, ritus manusiawi, kegiatan yang mengingatkan kepada Allah ini, menjadi penyalur karya Kristus yang menyelamatkan dan menguduskan.
| | 1190. | Upacara Sabda adalah satu bagian hakiki dalam liturgi. Sabda Allah, yang disampaikan dan persetujuan iman yang menjawabnya, menyatakan arti dari perayaan.
| | 1191. | Nyanyian dan musik sangat erat hubungannya dengan kegiatan liturgi. Untuk pemanfaatannya secara baik perlu diperhatikan yang berikut ini: doa harus diungkapkan dengan indah; jemaat harus ikut serta sehati sejiwa dan perayaan harus mempunyai sifat sakral.
| | 1192. | Gambar-gambar suci di gereja-gereja dan di rumah-rumah kita diperuntukkan supaya membangkitkan iman kita kepada misteri Kristus dan menumbuhkannya. Melalui ikon Kristus dan karya penyelamatan-Nya kita menyembah kepada-Nya sendiri. Dengan gambar-gambar suci Bunda Allah tersuci, para malaikat, dan para kudus kita menghormati pribadi-pribadi yang digambarkan di situ.
| | 1193. | Hari Minggu, "hari Tuhan" adalah hari perayaan Ekaristi yang utama, karena ia adalah hari kebangkitan. Ia adalah hari perhimpunan liturgi, hari keluarga Kristen, hari kegembiraan dan hari senggang. Ia adalail "inti dan dasar seluruh tahun liturgi" (SC 106).
| | 1194. | "Namun selama kurun waktu setahun Gereja memaparkan seluruh misteri Kristus, dari penjelmaan serta kelahiran-Nya hingga kenaikan-Nya sampai hari Pentekosta dan sampai penantian kedatangan Tuhan yang bahagia penuh harapan " (SC 102).
| << >>
|