KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 1167. | Benarlah bahwa hari Minggu adalah hari, di mana umat beriman berkumpul untuk perayaan liturgi, "untuk mendengarkan Sabda Allah dan ikut serta dalam perayaan Ekaristi, dan dengan demikian mengenangkan sengsara, kebangkitan dan kemuliaan Tuhan Yesus, serta mengucap syukur kepada Allah, yang melahirkan mereka kembali ke dalam pengharapan yang hidup berkat kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati" (SC 106).
"Kalau kami, o Kristus, merenungkan mukjizat-mukjizat, yang terjadi pada hari Minggu kebangkitan-Mu yang mulia ini, kami lalu berkata: Terberkatilah hari Minggu, karena padanya terjadilah awal ciptaan... keselamatan dunia... pembaharuan umat manusia... Padanya surga dan bumi bergembira dan seluruh alam semesta dipenuhi dengan sinarnya. Terberkatilah hari Minggu, karena padanya pintu-pintu firdaus dibuka, sehingga Adam dan semua orang terbuang masuk ke dalamnya tanpa perasaan takut" (Fanqith, Ofisi Syria dari Antiokia, jilid 6; Bagian musim panas, hal 193b).
| | 1168. | Zaman baru kebangkitan menerangi seluruh tahun liturgi dengan Trihari Paska sebagai sumber terangnya. Tahun itu disinari langkah demi langkah oleh liturgi sebelum dan sesudah Trihari Paska. Sesungguhnya itulah "tahun rahmat Tuhan" Bdk. Luk 4:19.. Tata keselamatan berlangsung di dalam waktu, tetapi sejak ia diselesaikan dalam Paska Yesus dan setelah Roh Kudus dicurahkan, akhir sejarah telah hadir sebagai "prarasa", dan Kerajaan Allah masuk ke dalam zaman kita.
| | 1169. | Karena itu Hari Raya Paska bukan saja salah satu pesta di antara yang lain, mclainkan "pesta segala pesta", "perayaan segala perayaan", sebagaimana Ekaristi adalah Sakramen segala Sakramen (Sakramen agung). Santo Atanasius menamakan pesta Paska "Minggu agung" (ep. fest. 1), sebagaimana pekan suci di dunia timur dinamakan "pekan agung". Misteri kebangkitan, di mana Kristus mengalahkan kematian, meresapi zaman kita yang lama dengan kekuatannya yang besar, sampai segala sesuatu ditaklukkan kepada Kristus.
| | 1170. | Dalam Konsili Nisea (tahun 325) semua Gereja sepakat bahwa Paska Kristen harus dirayakan pada Minggu sesudah bulan purnama pertama di musim semi 114 Nisan]. Perubahan kalender yang dilakukan di Barat dalam tahun 1582 ("kalender Gregorius" sesuai dengan nama Paus Gregorius XIII) menyebabkan pergeseran beberapa hari terhadap kalender di Timur. Gereja-gereja Barat dan Timur sekarang ini mencari satu kesepakatan, supaya mereka dapat merayakan lagi pesta agung kebangkitan Tuhan pada hari yang sama.
| | 1171. | Tahun liturgi adalah pengembangan dari berbagai aspek misteri Paska yang satu. Ini berlaku terutama untuk daur pesta-pesta yang diatur di sekitar misteri Inkarnasi (Kabar Gembira, Natal, Epifani) yang memperingati awal keselamatan kita dan menyampaikan kepada kita buah-buah sulung dari misteri Paska.
| | 1172. | "Dalam merayakan lingkaran tahun misteri-misteri Kristus itu, Gereja suci menghormati Santa Maria Bunda Allah dengan cinta kasih yang istimewa, karena secara tak terceraikan terlibat dalam karya penyelamatan Puteranya. Dalam diri Maria, Gereja mengagumi dan memuliakan buah penebusan yang serba unggul, dan dengan gembira merenungkan apa yang sepenuhnya dicita-citakan dan didambakannya sendiri bagaikan dalam citra yang paling jernih" (SC 103).
| | 1173. | Kalau dalam daur tahunan, Gereja merayakan peringatan akan para martir dan para kudus yang lain, maka ia "mewartakan misteri Paska" di dalam mereka, "yang telah menderita dan dimuliakan bersama Kristus. Gereja menyajikan kepada kaum beriman teladan mereka, yang menarik semua orang kepada Bapa melalui Kristus, dan karena pahala-pahala mereka Gereja memohonkan karunia-karunia Allah" (SC 104) Bdk. SC 108 dan 111.
| << >>
|