KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 499. | Pengertian imannya yang lebih dalam tentang keibuan Maria yang perawan, menghantar Gereja kepada pengakuan bahwa Maria dengan sesungguhnya tetap perawan Bdk. DS 427., juga pada waktu kelahiran Putera Allah yang menjadi manusia Bdk. DS 291; 294, 442; 503; 571; 1880.. Oleh kelahiran-Nya "Puteranya tidak mengurangi keutuhan keperawanannya, melainkan justru menyucikannya" (LG 57). Liturgi Gereja menghormati Maria sebagai "yang selalu perawan" [Aeiparthenos] Bdk. LG 52.
| | 500. | Kadang-kadang orang mengajukan keberatan bahwa di dalam Kitab Suci dibicarakan tentang saudara dan saudari Yesus Bdk. Mrk 3:31-35; 6:3; 1 Kor 9:5; Gal 1:19.. Gereja selalu menafsirkan teks-teks itu dalam arti, bahwa mereka bukanlah anak-anak lain dari Perawan Maria, Yakobus, dan Yosef yang disebut sebagai "saudara-saudara Yesus" (Mat 13:55), merupakan anak-anak seorang Maria Bdk. Mat 27:56. yang adalah murid Yesus dan yang dinamakan "Maria yang lain" (Mat 28:1). Sesuai dengan cara ungkapan yang dikenal dalam Perjanjian Lama Bdk. misalnya Kej 13:8; 14:16; 29:15., mereka itu sanak saudara Yesus yang dekat.
| | 501. | Yesus adalah putera Maria yang tunggal. Tetapi keibuan Maria yang rohani Bdk. Yoh 19:26-27; Why 12:17. mencakup semua manusia, untuknya Yesus telah datang untuk menyelamatkannya: "Ia telah melahirkan putera, yang oleh Allah dijadikan 'yang sulung di antara banyak saudara' (Rm 8:29), yakni umat beriman. Maria bekerja sama dengan cinta kasih keibuannya untuk melahirkan dan mendidik mereka" (LG 63).
| << >>
|