KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 460. | Sabda menjadi manusia, supaya kita "mengambil bagian dalam kodrat ilahi" (2 Ptr 1:4): "Untuk itulah Sabda Allah menjadi manusia, dan Anak Allah menjadi anak manusia, supaya manusia menerima Sabda dalam dirinya, dan sebagai anak angkat, menjadi anak Allah" (Ireneus, haer. 3,19,1). Sabda Allah "menjadi manusia, supaya kita di-ilahi-kan" (Atanasius, inc. 54,3). "Karena Putera Allah yang tunggal hendak memberi kepada kita bagian dalam ke-Allah-an-Nya, Ia menerima kodrat kita, menjadi manusia, supaya mengilahikan manusia" (Tomas Aqu., opusc. 57 in festo Corp. Chr. 1).
| | 461. | Dengan menggunakan ungkapan santo Yohanes ("Verbum caro factum est - Sabda telah menjadi daging": Yoh 1:14) Gereja menggunakan istilah "inkarnasi" [menjadi daging] untuk peristiwa Putera Allah mengambil kodrat manusiawi, supaya dengan demikian dapat melaksanakan keselamatan kita. Dalam satu madah yang dikutip oleh santo Paulus, Gereja memuji rahasia inkarnasi itu:
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, tetapi telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib" (Flp 2:5-8) Bdk. LH, Kidung Ibadat Sore I Hari Minggu.
| | 462. | Surat kepada umat Ibrani berbicara tentang misteri yang sama:
"Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: 'Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki - tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku -. Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang... untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku' " (Ibr 10:5-7; dengan mengutip Mzm 40:7-9 LXX).
| << >>
|