KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 448. | Dalam berita-berita Injil, orang-orang yang datang kepada Yesus sering menamakan-Nya "Tuhan". Dalam penggelaran ini dinyatakan penghormatan dan kepercayaan mereka yang mendekati Yesus dan mengharapkan bantuan dan penyembuhan dari Dia Bdk. misalnya Mat 8:2; 14:30; 15:22.. Kalau diilhami oleh Roh Kudus, kelihatanlah dalam sapaan ini pengakuan akan misteri ilahi Yesus Bdk. Luk 1:43; 2:11.. Dalam pertemuan dengan Yesus yang telah bangkit sapaan ini menjadi penyembahan: "Tuhanku dan Allahku" (Yoh 20:28). Di sini "Tuhan" mendapat warna cinta dan simpati, yang selalu bergema dalam tradisi Kristen: "Itu Tuhan" (Yoh 21:7).
| | 449. | Pengakuan-pengakuan Gereja yang pertama menggunakan sejak awal gelar kehormatan "Tuhan" ini untuk Yesus Bdk. Kis 2:34-36.. Dengan ini mereka mengatakan bahwa kekuasaan, kehormatan, dan kemuliaan, yang pantas diberikan kepada Allah, juga harus diberikan kepada Yesus Bdk. Rm 9:5; Tit 2:13; Why 5:13., karena Ia "setara dengan Allah" (Flp 2:6). Bapa mengumumkan martabat Yesus sebagai penguasa ini, ketika Ia membangkitkan-Nya dari antara orang mati dan meninggikan-Nya ke dalam kemuliaan-Nya Bdk. Rm 10:9; 1 Kor 12:3; Flp 2:9-11.
| | 450. | Sejak awal sejarah Kristen, ungkapan bahwa Yesus adalah Tuhan atas dunia dan sejarah Bdk. Why 11:15., juga berarti bahwa manusia tidak boleh menaklukkan secara mutlak kebebasan pribadinya di bawah kekuasaan duniawi, tetapi hanya kepada Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus: bukan kaisar itu "Tuhan.... Mrk 12:17; Kis 5:29." Gereja percaya bahwa kunci, pusat dan tujuan seluruh sejarah manusia terdapat pada Tuhan dan Gurunya" (GS 10,2) Bdk. GS 45,2.
| << >>
|