Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

Katekismus Gereja Katolik
Katekismus Gereja Katolik
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam KGK
www.imankatolik.or.id
Nomor:
masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Kata:
masukkan kata yang akan dicari untuk
menunjukkan no. katekismus

337.Allah sendiri telah menciptakan dunia yang kelihatan ini dengan segala kekayaannya, keaneka-ragamannya, susunannya. Kitab Suci menggambarkan karya penciptaan secara simbolis sebagai satu rentetan "enam hari kerja" ilahi, yang ditutup dengan "istirahat" pada hari ketujuh Bdk. Kej 1:1-2:4.. Berhubungan dengan penciptaan Kitab Suci mengajarkan kebenaran-kebenaran yang Allah wahyukan demi keselamatan kita Bdk. DV 11. dan yang mendorong orang, "mengakui makna sedalam-dalamnya, nilai serta tujuan segenap alam tercipta yakni: demi kemuliaan Allah" (LG 36).

338.Tidak ada sesuatu pun, yang tidak menerima keberadaannya dari Pencipta. Dunia mulai, ketika ia diciptakan oleh Sabda Allah dari ketidakadaan. Segala makhluk yang ada, seluruh alam, seluruh sejarah umat manusia, berakar dalam kejadian pokok ini; oleh "kejadian" ini dunia dibentuk dan waktu mulai bergulir Bdk. Agustinus, Gen. Man. 1,2,4.

339.Tiap makhluk memiliki kebaikan dan kesempurnaannya sendiri. Dari tiap karya selama "enam hari itu", dikatakan: "Dan Allah melihat bahwa semuanya itu baik". "Sebab berdasarkan kenyataannya sebagai ciptaan, segala sesuatu dikaruniai kemandirian, kebenaran dan kebaikannya sendiri, lagi pula menganut hukum-hukum dan mempunyai tata susunannya sendiri" (GS 36,2). Makhluk-makhluk yang berbeda-beda itu mencerminkan dalam kekhususan mereka yang dikehendaki Allah, tiap-tiapnya dengan caranya sendiri, satu sinar kebijaksanaan dan kebaikan Allah yang tidak terbatas. Karena itu manusia harus menghormati kodrat yang baik dari setiap makhluk dan bersikap waspada terhadap penyalah-gunaan benda-benda itu. Kalau tidak, maka Allah dihina dan terjadilah akibat -akibat yang sangat buruk bagi manusia dan alam sekitarnya.

<<   >>