KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 307. | Kepada manusia Allah malahan memberi kemungkinan untuk mengambil bagian secara bebas dalam penyelenggaraan-Nya, dengan menyerahkan tanggung jawab kepada mereka, untuk "menaklukkan dunia" dan berkuasa atasnya Bdk. Kej 1:26-28.. Dengan demikian Allah memungkinkan manusia, menjadi sebab yang berakal dan bebas untuk melengkapi karya penciptaan dan untuk menyempurnakan harmoninya demi kesejahteraan diri dan sesama. Manusia sering kali merupakan teman sekerja Allah yang tidak sadar, tetapi dapat juga secara sadar memperhatikan rencana ilahi dalam perbuatannya, dalam doanya, tetapi juga dalam penderitaannya Bdk. Kol 1:24.. Dengan demikian secara penuh dan utuh mereka menjadi "teman sekerja Allah" (1 Kor 3:9; 1 Tes 3:2) dan Kerajaan-Nya Bdk. Kol 4:11.
| | 308. | Dengan demikian kebenaran bahwa Allah bekerja dalam setiap perbuatan makhluk-Nya tidak dapat dipisahkan dari iman akan Allah Pencipta. Ia adalah sebab pertama, yang bekerja dalam dan melalui sebab kedua. "Karena Allah yang mengerjakan di dalam kamu baik kehendak maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya" (Flp 2:13) Bdk. 1 Kor 12:6.. Kebenaran ini sama sekali tidak merugikan martabat makhluk, tetapi meninggikannya. Diangkat dari ketidak-adaan oleh kekuasaan, kebijaksanaan dan kebaikan Allah, makhluk tidak dapat berbuat apa-apa, kalau ia diputuskan dari asalnya, karena "ciptaan menghilang tanpa Pencipta" (GS 36,3). Lebih lagi, ia tidak dapat mencapai tujuan-Nya tanpa bantuan rahmat Bdk. Mat 19:26; Yoh 15:5; Flp 4:13.
| | 309. | Tetapi apabila Allah, Bapa yang maha kuasa, Pencipta suatu dunia yang teratur, dan baik, memperhatikan semua makhluk-Nya, mengapa lalu ada yang jahat? Tiap jawaban yang terburu-buru atas pertanyaan yang mendesak dan tak terelakkan, yang menyakitkan dan yang penuh rahasia ini, akan tidak memuaskan. Iman Kristen secara menyeluruh adalah jawaban atas pertanyaan ini: keadaan baik ciptaan, drama dosa, cinta Allah yang sabar, yang mendekati manusia. Ia melakukan ini melalui perjanjian-perjanjian-Nya, melalui penjelmaan Putera-Nya menjadi manusia yang menyelamatkan dan melalui anugerah Roh; Ia melakukan ini dengan mengumpulkan Gereja dan melalui kekuatan Sakramen; akhirnya Ia melakukan itu melalui panggilan menuju kehidupan yang membahagiakan. Makhluk yang bebas sejak awal sudah diundang supaya menerima panggilan ini. Tetapi mereka juga dapat menolaknya sejak awal, dan itulah misteri yang mengerikan. Tidak ada satu unsur pewartaan Kristen, yang tidak merupakan jawaban atas masalah kejahatan.
| << >>
|