KITAB SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja Katolik |
|
|
Katekismus Gereja Katolik
| 163. | Iman membuat kita menikmati sebelumnya kegembiraan dan cahaya pandangan Allah yang menyelamatkan, yang adalah tujuan dari perjalanan duniawi kita. Lalu kita akan melihat Allah "dari muka ke muka" (1 Kor 13:12) "dalam keadaannya yang sebenarnya" (1 Yoh 3:2). Dengan demikian iman adalah awal kehidupan abadi.
"Kita mengharapkan kenikmatan dari hal-hal yang dijanjikan kepada kita karena rahmat. Kalau kita memandangnya dalam iman sebagai dalam cermin, hal-hal itu sudah hadir bagi kita" (Basilius, Spir, 15,36) Bdk. Tomas Aqu., s.th. 2-2,4,1.
| | 164. | Tetapi sekarang kita hidup "berdasarkan iman kepada Kristus, bukan berdasarkan apa yang kelihatan" (2 Kor 5:7), dan kita melihat Allah sebagai bayangan yang kabur bagaikan dalam cermin Bdk. 1 Kor 13:12.. Iman diterangi oleh Allah kepada-Nya iman itu ditujukan; namun ia sering dihayati dalam kegelapan. Iman dapat diuji atas cara yang berat. Dunia, di mana kita hidup, rupanya masih sangat jauh dari apa yang dijamin oleh iman bagi kita. Pengalaman mengenai yang jahat dan kesengsaraan, ketidakadilan dan kematian, rupa-rupanya bertentangan dengan kabar gembira. Mereka dapat menggoyahkan iman dan dapat menjadi percobaan baginya.
| << >>
|