Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

IMPLIKASI HIDUP RENUNGAN ATAS KISAH SENGSARA YESUS KRISTUS

Mat 26:14 - 27:66

    Yesus memulai tugas perutusan-Nya sebagai Almasih ketika dibaptis di sungai Yordan. Pada saat itu Roh Allah datang di atas-Nya dan mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Mat 3:17). Selanjutnya Matius dalam Injil menegaskan, bahwa sejak saat itu Yesus sampai dengan akhir pelaksanaan perutusan-Nya menghadapi godaan dan pencobaan terus menerus melawan ketaatan dan kesetiaan-Nya terhadap kehendak Bapa-Nya. Tetapi segala alasan duniawi, yang mendesak-Nya untuk memenuhi segala godaan, dapat disingkirkan-Nya dengan kasih-Nya kepada Allah Bapa-Nya, walaupun Ia sampai mengalami pembunuhan-Nya yang sangat hina di kayu salib!

    Matius dalam Injilnya memberikan kepada kita suatu pandangan ke dalam suatu rahasia, yaitu bagaimana Roh Allah memberikan kemampuan kepada Yesus untuk berdoa justru melalui pengalaman penderitaan dan kematian-Nya. Demikianlah pula peranan Roh Yesus Kristus, yang membuat kita mampu untuk berdoa dalam menghadapi pencobaan/godaan dalam hidup dam kematian kita!

    Yesus memasuki masa sengsara-Nya dengan melaksanakan ibadat Paskah bersama murid-murid-Nya sesuai dengan ibadat Yahudi: dengan nyanyian mazmur dan perjamuan malam. Dan sesudahnya mereka ke Bukit Zaitun. Dengan tiga orang murid-Nya Yesus pergi ke taman Getsemani, di mana Ia mulai merasa berdukacita dan bersedih hati. Sadar akan ancaman penderitaan dan kematian-Nya, Yesus berdoa: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" (Mat 26:39).

    Akhirnya, Yesus yang pada saat akhir hidup-Nya tergantung di salib, mengungkapkan doa-Nya dengan seruan orang yang menderita dalam Mzm 22 : "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?" Dalam kegelapan malam jiwa-Nya, yang kini sebagai manusia merasa jauh tertinggal dari keyakinan-Nya akan kehadiran Allah, yang mahakasih dan selalu hadir, Yesus tetap diteguhkan oleh harapan dengan perantaraan cahaya murni iman-Nya. Tetap percaya, bahwa Ia adalah Putera yang dikasihi Bapa-Nya, walaupun mengalami saat menakutkan dalam menghadapi kematian, Yesus dengan bebas dan rela menyerahkan hidup-Nya ke dalam tangan Allah Maha pengasih (Mat 26:50).

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/