Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PRAPASKAH I/A/2017

Kej 2:7-9;3:1-7; Rom 5:12-19; Mat 4:1-11.

PENGANTAR
    Dalam masa prapaskah 40 hari, menurut Injil Matius dalam Minggu Prapaskah I ini, kita diberi pesan untuk membangun ketaatan iman kita dengan mengambil teladan Yesus, yang taat setia selalu melaksanakan kehendak Bapa-Nya. Dengan berpantang dan berpuasa kita secara serius mengolah diri untuk makin peka untuk membedakan apa yang selaras dengan kehendak Allah dan apa yang bertentangan dengannya.

HOMILI
    Ketika Yesus dibaptis di sungai Yordan, Allah bersabda: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan (Mat 3:17)". Meskipun demikian ternyata Yesus masih selama 40 hari berpuasa di padang gurun, Ia mengalami tiga percobaan atau godaan yang berat untuk membuktikan ketaatan-Nya kepada Bapa, yang mengutus-Nya ke dunia ini untuk menyelamatkan umat manusia.

    Roh Kudus membimbing Yesus, yang sesudah dibaptis pergi ke padang gurun untuk berhadapan dan bergulat dengan setan seorang diri atau sendirian. Percobaan yang dihadapi-Nya merupakan tantangan yang nanti akan dialaminya dalam pelaksanaan tugas pewartaan-Nya dalam masyarakat. Yesus diutus Bapa untuk mendirikan Kerajaan Allah di dunia ini, tetapi Ia akan berhadapan dengan aneka bentuk atau macam kerajaan manusiawi atau duniawi, yang mau dibangun oleh manusia sendiri menurut keinginan dan perhitungan manusiawi dan duniawi melulu. Maka Yesus mengalami tiga macam percobaan.

    Percobaan pertama: Yesus diminta mengubah batu menjadi roti. Yesus menolak, sebab Ia tidak mau menggunakan kuasa-Nya untuk memperlihatkan bahwa Ia seolah-olah dapat hidup tanpa pertolongan Allah. Mengapa? Karena manusia ini dapat hidup bukan hanya dengan makan roti, melainkan karena Allah menghendaki supaya kita ini hidup menurut kehendak-Nya! Artinya, mengikuti Yesus atau menjadi umat kristiani sejati berarti tidak mau hanya hidup dengan tergantung dari benda-benda duniawi saja. Karena itu apabila kita terlalu hanya tergantung dari hal-hal materiil, maka kita tanpa menyadarinya sebenarnya membiarkan diri kita memasuki percobaan yang harus ditanggapi secara serius!

    Percobaan kedua: Mencobai Allah. Dengan tegas Yesus menolak untuk membuktikan kehadiran Allah dalam diri-Nya dengan menjatuhkan diri-Nya dari atap Bait Allah ke bawah. Yesus dengan tegas menolaknya, sebab Ia sungguh menghormati Allah Bapa-Nya. Ia menolak setiap bentuk manipulasi atau percobaan terhadap Allah. Yesus menolah setiap bentuk kepalsuan dan kemunafikan. Jikalau kita sungguh menghormati Allah, kita tidak boleh khusus membuktikannya kepada siapapun agar dapat dilihat. Penghormatan sejati Yesus kepada Allah Bapa-Nya dibuktikan-Nya dalam kerelaan dan kesediaan-Nya melaksanakan tugas perutusan-Nya, sampai rela menderita, dihukum mati dan mengorbankan diri untuk mati di kayu salib (lih. Mat. 26:39.53; 27:46).

    Percobaan ketiga: Yesus menghadapi godaan melawan kepatuhan dan loyalitas. Percobaan itu pada dasarnya merupakan tantangan melawan pemujaan terhadap berhala/dewa-dewa (idolatria). Dalam Perjanjian Lama godaan itu di Israel sangat kuat (lih. Ul. 6:13-14). Dan sekarang di zaman modern ini orang dapat bertanya, apakah godaan itu aktual dan relevan? Dahulu dunia romawi-yunani menghadapi kiepercayaan kepada dewa-dewa yang berkuasa. Dalam masyarakat Yahudi tampil beberapa tokoh, yang ingin tampil sebagai almasih, yang bercita-cita mengadakan masyarakat yang sejahtera. Dan di zaman kita sekarang ini pun merajalela arus pendewaan kepentingan diri sendiri dalam kekuasaan dan kekayaan.

    Di tengah pendewaan hal-hal duniawi itulah dahulu Yesus lalu tampil. Tetapi Yesus tampil dengan berjiwa dan bersikap patuh dan loyal terhadap kehendak Allah yang mengutus-Nya. Karena itu sejak awal Yesus tampil untuk melaksanakan kehendak Allah, yaitu untuk menyelamatkan umat manusia, sambil menghadapi setan-setan yang seperti dahulu sekarang pun tetap hadir dan bergerak aktif di tengah masyarakat kita yang modern ini. Yesus selalu menggunakan kekuatan Kitab Suci, apabila masyarakat menghadapi keragu-raguan, kegelapan, kebingungan, tantangan dan percobaan. Karena itu kita harus mengikuti teladan Yesus, agar kita tidak tajuh dalam kegelapan penipuan dan dosa.

    Apa pesan Injil Matius pada Hari Minggu Prapaskah I kepada kita sekarang ini? Ada tiga tantangan atau percobaan yang harus kita hindari dalam menghayati hidup kita sebagai orang yang beriman kristiani:

Pertama: Jangan menyalahgunakan kuasa/kemampuan yang diberikan Tuhan kepada kita.

Kedua: Jangan mencobai Allah dengan kesombongan dan kemunafikan.

Ketiga: Jangan mendengarkan, memahami dan melaksanakan kehendak Allah secara tidak utuh, yaitu hanya demi kepentingan diri sendiri.

    Karena masa pantang dan puasa adalah suatu kesempatan berusaha untuk bertobat, maka terutama dalam masa prapaskah marilah kita kerap membaca, memahami dan merenungkan Mazmur 51, yang diucapkan Daud untuk bertobat.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/