Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PRAPASKAH II/CII/2016

Kej 15:5-12.17-18  Fil 3:17-4:1  Luk 9:28b-36


PENGANTAR
      Minggu yang lalu, yakni Minggu Prapaskah I, kita diajak mengenal Yesus mengalami pencobaan selama 40 hari di padang gurun. Hari ini, Minggu Prapaskah II, Injil Lukas memperkenalkan Yesus dalam kemuliaan-Nya di gunung Tabor. Kita diingatkan, bahwa Allah dengan perantaraan Yesus Kristus memang mau membawa kita kepada kebagiaan, bahkan dalam kemuliaan-Nya, namun dengan syarat, bahwa kita harus tahu dan mau mengikuti jalan yang telah ditempuh-Nya.

HOMILI
      Injil Lukas pada hari ini memperlihatkan kepada kita Yesus yang dimuliakan di gunung Tabor. Segenap wajaNya berubah total. Di depan tiga murid-Nya, yakni Petrus, Johanes dan Yakobus, Yesus tampak berbicara bersama dengan Nabi Musa dan Elia Meskipun hanya sangat singkat diperlihatkan, bahwa baik semua orang dalama Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru akan sungguh  dapat mengambil bagian dalam kemuliaan Kristus sebagai Penyelamat. Kegelapan dalam hidup akan lenyap dan diganti dengan sinar yang terang. Penderitaan dan kesengsaraan akan hilang berubah menjadi kegembiraan.

      Namun segalanya itu memang merupakan kepastian, namun belum terwujud sebagai kenyataan yang menetap. Semuanya itu hanya menggambarkan persiapan bagi Yesus untuk menghadapi penderitaan dan kematian-Nya di salib. Baru sesudah Ia bangkit dan naik ke surga, perubahan wajah yang disaksikan ketiga murid-Nya di gunung Tabor itu merupakan suatu kenyataan yang menetap.

      Patut kita perhatikan, bahwa ketiga murid Yesus yang menyaksikan perubahan wajah-Nya di gunung Tabor itu adalah sama dengan ketiga murid-Nya, yang menyaksikan Yesus ketika Ia membangkitkan kembali anak perempuan Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yaitu Petrus, Johanes dan Yakobus (Luk 8:51). Nah, mereka ini telah menyaksikan sendiri bahwa maut dapat dikalahkan oleh kebangkitan; maut ternyata bukan akhir total hidup manusia! Ternyata masih ada kemuliaan yang tersedia bagi manusia sesudah kematian!

      Menurut Injil Lukas, Petrus begitu terpengaruh oleh apa yang disaksikan di gunung Tabor itu, sehingga ia mau mendirikan kemah-kemah supaya dapat tinggal di sana dan terus mengalami peristiwa mulia itu. Tetapi ternyata datanglah awan menaungi ketiga murid Yesus itu, sehingga mereka tidak dapat melihat lagi Yesus dalam kemuliaan-Nya. Awan itu ibaratnya merupakan kegelapan, sebagai rahasia Allah yang tidak dapat diketahui kecuali sesudah orang mati. Artinya, kemuliaan yang akan diberikan Allah belum sekarang, masih termasuk masa depan.

      Nah, inilah pesan yang ingin disampaikan Injil Lukas hari ini kepada kita, yaitu makna iman. Iman adalah suatu kekuatan, yang lewat penderitaan dapat membawa kita kepada kemuliaan, seperti dialami Yesus sendiri. Karena itu dari awan yang gelap terdengar suara: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia!”  Memang suatu pesan tentang penderitaan yang sangat asing.  Yesus, sebagai Almasih atau Penyelamat, yang akan tampil sebagai hamba Allah yang menderita, dalam kenyataannya adalah Putera Allah! Bila demikianlah pesan yang disampaikan kepada kita, maka kita  semua sungguh mutlak harus mendengarkan pesan ini!

      Sangat menarik pula, bahwa kalimat pesan yang begitu penting itu di dalam Injil ditutup secara sangat sederhana: “Ketika suara itu terdengar, tampaklah Yesus tinggal seorang diri.” Sinar yang cemerlang hilang, cuaca menjadi suram. Nah, berhadapan dengan keadaan itu hanya tinggal imanlah yang dapat memberi keterangan siapakah Yesus itu sebenarnya! Imanlah yang menegaskan bahwa Yesus ternyata memang mulia! Dalam Injil dikatakan  selanjutnya: “Murid-murid itu merahasiakan semua itu, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu”. Mereka sangat terkejut dan menyimpan pengalaman itu sebagai rahasia di dalam hati mereka.

      Apakah yang dapat kita renungkan dalam hidup kita dari pesan Injil hari ini?
      Dalam hidup kita selalu ada perpaduan antara cahaya dan kegelapan, kegembiraan dan penderitaan, hidup sementara dan hidup kekal, tujuan dan sarana atau jalan yang harus kita tempuh. Apa yang dialami Petrus, Johannes dan Yakobus sebagai murid-murid Yesus di gunung Tabor dapat kita lihat sebagai gambaran hidup kita juga sebagai murid-murid Kristus. Apapun yang kita alami selama hidup kita, baik yang positif maupun yang negatif, harus selalu kita dengan pandangan ke masa depan. Masa depan kita selalu merupakan rahasia besar namun pasti.

      Dewasa ini, sementara di dunia kita ini terjadi kemajuan perkembangan positif luarbiasa, namun berlangsung juga kemunduran dan peristiwa-peristiwa negatif seperti  sekularisme, radikalisme, ketidakadilan, korupsi, jurang perbedaan kekayaan dan kemiskinan serta bencana alam. - Tetapi menghadapi semuanya itu, dengan iman yang teguh kita dapat selalu dapat menempuh jalan hidup kita sebagai suatu perjuangan dengan iman tanpa henti, namun selalu penuh harapan.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/