Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PRAPASKAH I/CII/2016

Ul 26:4-10 Rm 10:8-13  Luk 4:1-13


PENGANTAR
       Pada Hari Minggu Prapaskah I ini menurut Injil Lukas Yesus diceriterakan dibimbing Roh ke padang gurun, dan tinggal di sana 40 hari serta dicobai Iblis. Kita disadarkan, bahwa Yesus yang datang untuk menyelamatkan kita pun ternyata mengalami pencobaan setan. Godaan yang dialami Yesus itu merupakan gambaran perjuangan hebat antara “yang baik” dan “yang jahat”. Kita setiap hari berdoa seperti diajarkan oelh Yesus: “Bebaskanlah kami dari yang jahat”.

HOMILI
       Pada awal penampilan-Nya dalam masyarakat Yesus mengalami pencobaan/ godaan di padang gurun. Tetapi ternyata bukan hanya pada awal hidup-Nya, melainkan sepanjang hidup-Nya! Mulai kelahiran-Nya di Betlehem sampai wafat-Nya di kayu salib di Golgota. Pengalaman Yesus di padang gurun menimbulkan pertanyaan dalam diri kita. Kita sendiri sadar atau tidak sadar juga mengalaman “keadaan padang gurun” dalam hidup kita. Injil hari ini mengingatkan kita untuk bertanya: “Pengalaman apa yang kujumpai di padang gurun hidupku sampai sekarang ini”? Injil hari ini juga mengingatkan kita, untuk seperti dlakukan Yesus sndiri yaitu menyediakan waktu untuk refleksi, mengadakan renungan di tengah-tengah kesibukan hidupku!  Seperti dialami oleh Yesus, bagaiamanakah pengalamanku di tengah padang gurun hidupku sendiri? Apakah seperti Yesus, dalam keluarga, dalam pekerjaan, dalam pergaulanku dengan sesama selalu dan tegas melawan godaan setan? Apakah selalu kuusahakan secara tidak kenal lelah mengubah padang gurun hidupku menjadi lapangan hidup yang aman, damai dan menggembirakan?

       Dalam Injil Lukas ditegaskan, bahwa iblis tiada hentinya berusaha agar Yesus meninggalkan kesetiaan-Nya kepada Bapa-Nya untuk selalu taat akan perintah-Nya.

       Dalam godaan pertama Yesus digoda dalam hal  sikap-Nya terhadap hal dan kebutuhan materiil. Yesus tahu dan sadar, bahwa Ia seperti setiap orang memang membutuhkan milik dan bekal makan minum guna memelihara hidupnya. Namun bagi Yesus hidup manusia dan kebutuhannya harus senantiasa disesuaikan dengan kehendak Allah. Artinya, kita memang harus mencukupi kebutuhan hidup kita dengan baik dan sehat, tetapi jangan sampai kita ini akan menggantungkan hidup diri kita hanya dari hal-hal materiil belaka. Membiarkan diri secara berlebihan dengan ketergantungan hanya dari hal materiil dan bukan kepada Tuhan, itu berarti kita memasuki godaan, yang cukup berbahaya untuk keselamatan jiwa kita.

       Dalam godaan kedua kita diingatkan akan bahaya untuk lebih menghormati setan daripada menghormati Allah. Yesus menegaskan kepada setan, bahwa Allah menguasai dan mengatur segalanya. Kita harus selalu ingat dan sadar akan hal itu, terutama apabila kita sedang dalam kondisi hidup yang serba baik dan cukup. Tanpa disadari kondisi hidup yang serba cukup tersebut merupakan godaan-godaan yang mudah menguasai diri kita. Tetapi juga dapat sebaliknya! Apabila kita mengalami situasi hidup, di mana segala sesuatu yang kita hadapi tampaknya serba gelap, gagal dan tanpa harapan, - itupun bagi kita merupakan godaan yang tidak ringan! Padahal akhirnya kita harus yakin dan sadar, bahwa akhirnya Tuhan Allahlah yang selalu menentukan nasib kita dalam situasi hidup manapun juga.

       Dalam godaan ketiga setan minta bukti atau suatu manifestasi kasih Allah yang khusus kepada Yesus, yang harus melebihi kasih Allah kepada siapapun atau apapun lainnya. Tetapi Yesus dengan tegas menjawab, bahwa Ia tidak perlu membuktikan kepada siapapun juga, bahwa Allah mengasihi-Nya. Kitapun jangan sampai merasa lebih banyak ataupun lebih kurang dicintai Tuhan daripada sesama!

       Demikianlah, godaan atau pencobaan mudah sekali membuat kita merasa tinggi, besar, hebat, berjasa, atau sebaliknya merasa rendah, kecil, buruk, jelek, tak berharga! Godaan si jahat menggunakan segala macam cara, dan tidak akan pernah berhenti. Yesus sendiri pun sejak awal berhadapan dengan si jahat. Seperti ditunjukkan dalam Injil Lukas, Yesus dalam berhadapan dengan si jahat selalu menggunakan Kitab Suci, apabila menghadapi kegelapan, kebingungan, keragu-raguan jikalau mengalami godaan. Kita harus belajar dari Yesus, bahwa Allah senantiasa hadir dan bersedia menolong Diri-Nya sendiri di tengah godaan, namun Tuhan juga menolong kita dalam godaan yang kita alami. Tetapi kita harus juga menyediakan  ruang dan waktu rohani di dalam hidup kita sehari-hari. Kita harus tahu dan sadar, bahwa iklim suasana ruang, jiwa dan semangat hati kita seringkali tidak sehat bahkan berbahaya!

       Itulah pelajaran yang dapat kita peroleh di tengah padang gurun hidup kita: rasa bangga, sombong, hebat, berjasa, namun juga rasa ketakutan, kelemahan, kesendirian, kehilangan harapan. Di tengah padang gurun hidup kita di mana pun, kita dapat mendengar apa yang dikehendaki Yesus, asal kita selalu bersedia membuka hati kita kepada-Nya. Yesus harus berjalan dan berada di padang gurun. Kita pun tidak berbeda! Apakah kita minta dikhususkan? Sebagai manusia Yesus adalah dari debu dan kembali menjadi debu. Kita semua dari debu dan kembali menjadi debu. Tetapi sebagai debu, yang bangkit kembali! Kita pun seperti Yesus adalah debu, namun berharga di depan Allah. Kita akan mati seperti Yesus, tetapi juga bangkit kembali seperti Yesus menghadap Allah.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/