Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKA VI/A/2014

Kis 8:5-8.14-17  Ptr 3:15-18  Yoh 14:15-21

PENGANTAR
 
      Ketiga bacaan hari ini, baik Kisah Rasul, dan surat Petrus, maupun Injil Yohanes menyinggung hal Roh Kudus. Roh Kudus itu dalam Injil disebut dalam istilah Yunani “Parakletos”, dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan kata “Penolong” atau “Penghibur”. Tiap kata terjemahan itu menekakan arti khususnya masing-masing. Marilah dalam perayaan Ekaristi ini kita berusaha memahami makna istilah “Parakletos” itu bagi hidup kita sebagai umat beriman kristiani, yang sudah dibaptis dan telah menerima Roh Kudus.

HOMILI
      Dalam Injil yang baru saja kita dengarkan Yesus bersabda: Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku”. Dengan demikian ternyata bahwa hanya dengan taat kepada Yesus kita sungguh membuktikan balasan kasih kita kepada-Nya! Kasih sejati bukanlah masalah perasaan atau emosi belaka, melainkan sungguh merupakan kewajiban moral, yang sungguh akan menentukan kadar dan mutu kesungguhan pribadi kita yang memiliki kasih murni!

      Hidup kita masing-masing, yang mengenal dirinya sendiri secara jujur dan benar, dapat mengalami keadaan dirinya sendiri. Apakah memiliki hubungan/relasi dalam keluarga, antara suami dan isteri, orang tua dan anak, antar sesama tetangga, antar rekan kerja dan masyarakat, antar para imam dan biarawan-biarawati. Bagi Yesus pun kasih-Nya kepada Allah Bapa bukan masalah yang mudah. Kasih-Nya kepada Bapa-Nya hanya dapat dibuktikan-Nya dengan ketaatan kepada Bapa-Nya itu. Ternyata bagi setiap orang kristiani sejati, yang jujur dan “benar” (tulus, murni), mau mengasihi dengan sungguh-sungguh bukanlah suatu masalah sembarangan dan memang tidak mudah dilaksanakan. Mengasihi dengan sungguh-sungguh adalah suatu perjuangan.

      Tetapi Yesus tidak membiarkan umat yang percaya kepada-Nya berjuang sendirian. Ia memberi kepastian akan memberikan seorang penolong, penghibur atau pendamping. Seperti di bidang hukum ada seseorang yang disebut advokat (advocatus), yaitu seorang ahli hukum yang tampil sebagai penasihat atau pembela perkara di pengadilan, juga disebut pengacara. Nah, seorang pribadi semacam itulah yang akan diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya(Yoh 14:15).

      Yesus menyebut seorang Penolong yang lain. Siapakah Penolong satunya yang lain yang sudah ada? Tak lain tak bukan ialah Yesus sendiri. Disamping diri-Nya sendiri, Yesus menjanjikan penolong lain. Apabila Ia nanti pergi, Ia tidak membiarkan murid-murid-Nya sendirian untuk selama-lamanya. Pelaksanaan perintah-Nya untuk saling mengasihi yang tidak mudah akan ditolong.

      Dengan demikian sesudah Paskah, umat Allah yakni Gereja tidak berada dan berbuat sendirian, baik dalam kegembiraan maupun dalam kesukaran bahkan  penderitaan dan penganiayaan, yang akan dialaminya. Keadaan umat di abad pertama ditolong dan dihibur oleh Roh Kudus seperti  tercatat di dalam Kisah Rasul ini: Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria  berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus(Kis 9:31).- Apakah kesimpulan yang dapat kita tarik dari kehadiran dan peranan Roh Kudus yang dijanjikan Yesus sebagai Penolong dan Penghibur kita itu?

      Pertama-tama kita diingatkan dan makin disadarkan akan kehadiran Roh Kudus dalam diri kita masing-masing, seperti dijanjikan dan dilaksanakan oleh Yesus Kristus. Tetapi kita tidak boleh hanya bersyukur kepada Roh Kudus, yang menolong dan menghibur diri kita sendiri saja! Kita sendiri juga harus menjadi “parakletos”(Yunani), atau “paracletus” (Latin), yaitu menjadi penolong, penghibur bagi sesama kita! Seperti kita ini sebagai orang kristiani sejati harus menjadi “alter Christus”, “Kristus yang lain”, demikian juga kita yang telah menerima Roh Kudus harus menjadi “alter Paracletus”, “Penolong”, atau “Penghibur yang lain” !

      Roh Kudus bukan hanya menolong dan menghibur kita saja, Ia juga membuat kita untuk selanjutnya menolong dan menghibur sesama kita. Allah menghibur orang-orang yang menderita. Tetapi bukan hanya sejauh itu saja, melainkan agar orang yang telah dihibur oleh Roh-Nya juga ikut mengibur orang lain. Allah menghibur kita, dan melalui kita Allah menghibur sesama kita. Demikianlah, dapat dikatakan bahwa Roh Kudus juga membutuhkan kita untuk tampil sebagai “Paracletus”, Penolong, Penghibur. Betapa indahnya doa yang diucapkan St. Fransiskus ini: “Biarkanlah kami, ya Tuhan, bukan untuk dihibur, melainkan untuk menghibur. Bukan untuk dimengerti, melainkan untuk mau mengerti. Bukan untuk dikasihi, melainkan untuk mengasihi”.

      Siapakah sebenarnya  bagi kita orang-orang yang disebut “Parakletos”, “Paracletus”, Penolong, Penghibur? Yaitu mereka yang peka dan rela menolong atau menghibur  siapapun yang menderita atau berada dalam situasi dan kondisi hidup yang berat dan sungguh membutuhkan kebaikan hati orang lain!

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

buku Katekese terbaru dari Mgr. FX. Hadisumarta. O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/