Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKA IV/A/2014

Kis 2:14a.36-41  2 Ptr 2:20b-25  Yoh 10:1-10

PENGANTAR
       Marilah kita dalam perayaan ekaristi hari ini mendengarkan ketiga bacaan Kitab Suci, yang berbicara tentang seorang gembala. Dan khususnya dalam Injil Yohanes hari ini, Yesus memberi keterangan tentang ciri-ciri seorang gembala yang baik, namun sekaligus juga tentang seorang gembala yang tidak baik, yang disebut-Nya sebagai seorang perampok ataupun pencuri. Tetapi bukan  hanya si gembala yang menjadi sasaran ajaran Kristus, domba-dombanya pun yakni kita semua, diandaikan juga mempunyai sifat-sifatnya yang baik.

      Di zaman sebelum Yesus pun, perhatian, tanggung jawab dan sifat lemah lembut Allah terhadap ciptaan-Nya dilukiskan dengan gambaran seorang gembala. Gembala dan kawanan dombanya digambarkan seperti dalam menghadapi hidup di daerah padang pasir yang kering, untuk mencari padang rumput yang hijau. Si gembala melindungi gerak perjalanan domba-dombanya melawan gangguan dan menunju ke arah ladang yang subur, agar dapat hidup. Dalam Kitab Suci gambaran tentang gembala sering dipakai juga untuk menggambarkan seorang pemimpin, yang mempunyai tugas memimpin dan melindungi negara dan bangsanya. Dan gambaran tentang seorang gembala juga untuk menunjukkan hak, wewenang dan otoritasnya.

      Seorang gembala yang baik, menurut Yesus datang dan masuk melalui pintu, bukan dengan memanjat tembok seperti dilakukan perampok atau pencuri. Dalam Perjanjian Lama secara simbolis umat Allah, bila mau bertemu dengan Allah, harus melalui pintu gerbang Sion. Seperti misalnya Nabi Yesaya menulis bahwa Allah datang untuk mewartakan kedatangan  perdamaian dan ketenteraman bagi semua orang. Dan Allah datang bagaikan pintu. Dari sebab itu Tuhan berkata: “Aku telah berkenan untuk mengasihi engkau. Pintu-pintu gerbangmu akan terbuka senantiasa, baik siang maupun malam tidak akan tertutup” (Yes 60:11).

      Kedatangan keselamatan dari Allah, yang secara simbolis digambarkan sebagai pintu gerbang oleh Yesaya itu, menjadi kenyataan dengan kedatangan Yesus Kristus, yang bersabda: Akulah pintu, barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat; ia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput”.   Dengan demikian Yesus adalah suatu pintu untuk menghadap Allah, seperti juga dikatakan Paulus dalam suratnya kepada umat di Efesus, yaitu bahwa melalui Kristus kita semua “beroleh jalan masuk kepada Bapa (Ef 2:18).

      Dalam Injil Yohanes hari ini (Yoh 1:1-10) Yesus memperkenalkan  diri sebagai seorang gembala yang baik, yaitu sebagai pintu suatu tempat di mana kawanan domba berada. Yohanes mengingatkan kita kepada keadaan di Yerusalem. Di setiap Bait Allah ada tempat untuk mengumpulkan domba-domba yang akan disembelih sebagai korban. Tetapi juga hanya ada satu pintu untuk untuk domba-domba untuk memasukinya, tidak ada pintu keluar. Dengan situasi itulah Yesus menyebut diri-Nya sebagai pintu, tetapi baik untuk masuk maupun untuk keluar. Artinya ada pintu bagi domba-domba untuk masuk kandang yang aman sesudah meninggalkan tempat yang penuh bahaya, namun sekaligus ada pintu keluar untuk menyelamatkan domba-domba yang akan menjadi korban! Dan untuk menyelamatkan domba-domba-Nya itulah Yesus berkata: Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Yoh 10:11). Yesus selalu tampil sebagai gembala untuk menyelamatkan, apabila ada seekor domba menghadapi bahaya kehidupan, yakni setiap orang di antara kita yang mengalami pencobaan hidup apapun bentuknya, namun percaya kepada-Nya untuk diselamatkan. Masuk lewat pintu Yesus.

      Di samping itu dalam Injil Yohanes hari ini Yesus menegaskan, bahwa siapapun atau kelompok apapun, yang memasuki kawanan domba tetapi tidak melalui Yesus sebagai pintu, menurut Yesus adalah seorang perampok atau pencuri! Tiada seorang pun dapat datang kepada Allah Bapa selain melalui Yesus. Yesus adalah pintu tunggal yang benar untuk masuk atau keluar untuk diselamatkan. Bila ada orang mau masuk atau keluar dalam hubungannya dengan umat Kristiani, tetapi tidak melalui Yesus sebagai pintu, ia adalah pencuri atau perampok.Yesus menyebut diri-Nya sebagai pintu ketika berhadapan dengan kaum Farisi, yang mau mencuri kepercayaan orang kepada Yesus. Sekarang pun kaum Farisi semacam itu masih ada. Yesus tampil sebagai gembala juga sekarang ini untuk menyatukan dan bukan untuk memecahbelah umat-Nya.

      Dengan tiga syarat gembala yang baik harus tahu menampilkan pribadi Yesus yang sebagai roti dan pintu hidup yang otentik! Pertama, Yesus selalu menyediakan diri seutuhnya untuk domba-domba-Nya. Kedua, Yesus mengenal domba-domba-Nya. Ketiga, Yesus adalah pintu bagi umat-Nya untuk menuju keselamatan. – Itulah gambaran seorang gembala yang baik untuk umat bagaikan domba, yang diserahkan kepadanya.

      Namun, bukan hanya si gembala yang harus baik, domba-dombanya yang harus dilindungi harus baik juga. Itulah sebabnya dalam Gereja Katolik Minggu Paskah IV adalah Minggu Panggilan. Gereja mengingatkan dan menya-darkan segenap umatnya akan martabat dan tanggungjawab mereka sebagai orang yang dibaptis sebagai murid Kristus, bukan hanya agar dirinya sendiri diselamatkan, melainkan juga untuk ikut mengambil bagian dalam karya penyelamatan-Nya itu. Karya penyelamatan Kristus itu diteruskan oleh para imam. Segenap keluarga Katolik tidak boleh bersikap netral atau acuh tak acuh terhadap kewajiban mereka untuk ikut melengkapi kebutuhan Gereja dengan tenaga-tenaga pastoral.Mereka harus membangkitkan, memupuk dan menyumbangkan panggilan imam dalam keluarga bagi pelayanan pastoral Gereja.

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

buku Katekese terbaru dari Mgr. FX. Hadisumarta. O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/