Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKA III/A/2014

Kis 2:14.22-33  1Ptr 1:17-21  Luk 24:13-35

PENGANTAR
       Dalam Injil Lukas hari ini kita mendengar berita tentang perjalanan dua orang dari murid-murid Yesus yang pergi ke suatu kampong yang bernama Emmaus. Mereka saling berbicara tentang Yesus yang wafat, dimakamkan namun hidup kembali.Yesus menggabungkan diri dengan mereka tanpa dikenal identitas-Nya, dan ikut berbicara. Tetapi ketika Ia singgah di rumah mereka dan sesudah makan bersama dengan mereka, Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Dan kedua murid itu saling berseru: Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan, ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?Marilah dalam liturgi Sabda dan Ekaristi hari ini kita juga ikut merenungkan apa sebenarnya  makna Kitab Suci bagi hidup kita.

HOMILI
       Kita semua tahu bahwa iman yang kita miliki sebagai murid Kristus berasal dari Kitab Suci (KS), yang ditawarkan dan dipelihara kebenarannya oleh Gereja. Bagaimana seharusnya kita ini berhadapan dengan KS? Ada dua cara sebagai berikut.        Cara pertama: KS dapat dilihat sebagai Buku Kuna/Tua yang sangat berharga, penuh kebijakan keagamaan, memuat nilai moral, bahkan juga puisi indah. Melalui KS kita dapat mengetahui hal keagamaan Yahudi-Kristiani di zaman dahulu, untuk dihadapkan dengan budaya kita sendiri sekarang ini yang beranekaragam. Tidak terlupakan, bahwa KS adalah buku yang paling banyak dicetak di seluruh dunia ini!

       Cara kedua lebih penting dan lebih besar tuntutannya untuk memahami dan menghadapi KS. Tuntutan mutlak itu ialah, bahwa kita harus percaya bahwa KS adalah sabda yang hidup dari Allah kepada kita. KS adalah buku yang ditulis dengan inspirasi ilahi. Memang ditulis oleh manusia, dengan segenap kemampuan dan keterbatasannya, namun selalu dibimbing oleh Allah. Jadi KS adalah sungguh suatu buku manusiawi, namun sekaligus sungguh ilahi. KS menyapa manusia di  segala zaman, untuk menerangkan makna kehidupan dan kematiannya.

       Yang isi paling pokok yang harus kita ketahui ialah, bahwa apa yang disampaikan kepada kita dalam KS adalah kasih Allah. St. Agustinus mengutarakan hal kasih Allah secara sangat mengena sebagai berikut. Seandainya karena bencana dahsyat semua KS yang ada ini hancur, dan hanya tinggal satu KS saja, dan di dalam KS yang satu itupun hanya ada satu kalimat bisa dibaca, dan kalimat yang  tertulis itu terdapat dalam surat Johanes pertama, yang berbunyi Allah adalah kasih, maka isi KS seluruhnya itu diselamatkan! Sebab isi seluruh  KS terdapat di dalam kalimat singkat itu! Nah, itulah sebabnya mengapa begitu banyak orang, yang membaca KS, meskipun mereka itu tidak pandai, tidak terpelajar, , namun memiliki sikap sederhana serta percaya, bahwa Roh Kuduslah yang berbicara dalam KS, maka mereka itu dalam KS  dapat menemukan jawaban-jawaban untuk masalah-masalah hidupnya. Dan orang itu juga memperoleh kekuatan jiwa dan pegangan hidup yang kokoh.

       Ada dua jalan atau sikap dasar untuk mendekati KS. Yang satu melalui ilmu/pengetahuan/keahlian, yang lain melalui iman. Keduanya itu jangan saling bertentangan, justru harus disatukan dan bersama. Sungguh dibutuhkan belajar KS, supaya tahu bagaimana dapat menafsirkannya sambil mengetahui sarana-sarana yang dibutuhkan, agar tidak terperosok ke dalam tafsiran palsu atau suatu fundamentalisme. Jauhi penafsiran KS yang individualistis dan tidak memperhatikan bimbingan Gereja.

       Fundamentalisme ini terjadi, apabila orang membaca suatu kalimat dalam KS, yang diartikan secara pribadi, dan hanya menurut arti katanya saja, lalu dikenakan pada situasi dan kondisi konkret yang dihadapi begitu saja, tanpa memperhitungkan perbedaan budaya, waktu/zaman dan pelbagai gaya bahasa yang dipakai pada waktu buku-buku KS itu ditulis.

       KS bukan ditulis sebagai buku pegangan tentang ilmu fisika, misalnya  untuk mengetahui kapan bumi kita ini diciptakan oleh Allah, padahal sebenarnya lebih bertujuan untuk  menunjukkan jalan, yang harus kita tempuh guna mencapai keselamatan. Dalam KS Allah berbicara dengan menyesuaikan diri dengan bahasa orang dalam zamannya, agar dipahami. Allah bukan hanya menulis atau berbicara bagi orang-orang di zaman teknologi! Sebaliknya, apabila KS melulu dilihat dan dianggap sebagai sasaran studi atau pengetahuan belaka, dan bukan untuk menangkap pesan pewartaannya, maka KS tidak ada lagi artinya, dan kehilangan tujuannya. KS harus selalu dibaca dengan iman. Membaca KS berarti kita harus menghubungkan diri dengan Kristus. Dan setiap halaman kita mendengarkan dan melihat Kristus. Nah, itulah yang terjadi dan dialami oleh kedua murid Yesus dalam perjalanan mereka ke Emmaus bersama dengan Dia! Dengan mendengarkan kata-kata-Nya “hati mereka berkobar-kobar dan membuat mereka siap mengenal Dia dalam perjamuan  makan mereka bersama dengan Dia!

       Yesus hadir bersama dengan kita dengan dua cara: dalam sabda sebagai cahaya dan kebenaran, dan dalam Ekaristi sebagai roti, santapan hidup kekal. Sabda Tuhan kita butuhkan, justru agar dapat menerima Dia sebagai roti hidup. Seperti kedua murid Yesus dari Emmaus dapat menerima Kristus sebagai roti kehidupan abadi karena hati mereka berkobar-kobar mendengarkan sabda-Nya, marilah kita juga berusaha selalu mendengarkan sabda Yesus yang berbicara kepada kita di dalam Kitab Suci, agar mampu menerima diri-Nya dalam Ekaristi!

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

buku Katekese terbaru dari Mgr. FX. Hadisumarta. O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/