Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKAH II/C/2013

Kis 4:32-35  Why 1:9-11a.12-13.17-19  Yoh 20:19-31

 

HOMILI
 
         Di dalam Injil yang baru kita dengarkan tadi, Yohanes ingin mengung-kapkan isi imannya yang sangat kaya dan mendalam. Misalnya Yesus muncul di tengah murid-murid-Nya untuk membawa damai: “Damai sejahtera bagi kamu!”. Kemudian pada ke-sempatan itu Ia memberikan Roh-Nya: “Terimalah Roh Kudus”, Roh untuk semua orang, tetapi juga kepada para imam, yang diberi kuasa untuk mengampuni dosa. Dan kemudian juga tentang permintaan Yesus kepada Tomas, supaya meraba bekas luka di tangan dan lambung-Nya, dari mana mengalirlah air dan darah.

          Berbicara tentang luka-luka dan lambung Yesus, kita ingat akan Kisah Sengsara Yesus menurut Yohanes, di mana dikatakan bahwa seorang serdadu “menikam lambung-Nya dengan tombak dan segera mengalir keluar darah dan air(Yoh 19:14). Dan dalam Bac. II yakni surat pertamanya Yohanes menulis: “Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah(1 Yoh 5:6). Injil atau kabar gembira yang ingin disampaikan kepada kita hari ini adalah Injil Sakramental. Artinya, Yohanes selalu menggabungkan peristiwa atau perbuatan-perbuatan Yesus dengan sakramen-sakramen yang kita kenal dalam Gereja. Lewat sakramen-sakramen itulah Yesus melaksanakan karya penyelamatan-Nya.

          AIR suatu tanda simbolis untuk menjadi anggota Gereja lewat BAPTIS, sedangkan DARAH sebagai sumber kekuatan diberikan kepada lewat penerimaan EKARISTI. Kedua sakramen itu (baptis dan ekaristi) merupakan ciri umat kristiani perdana, seperti kita dengar dalam Bac.I, yakni Kisah Rasul. Para rasul mewartakan Injil dan membaptis, dan mereka yang sudah dibaptis berhimpun bersama sebagai komunitas dan “memecah-mecahkan roti” dan berbagi milik mereka sehingga tiada seorang pun yang berkeku-rangan. Suatu persaudaraan kristiani sejati. Mereka hidup dalam damai, sesuai dengan seruan Yesus: “Damai sejahtera bagi kamu”. Yesus telah mengalahkan kuasa dunia ini, dengan penderiaan dan kematian-Nya di salib. Yesus di salib berjuang melawan kekerasan. Ia menang, Ia mengalahkan dunia dari salib! Dengan demikian Yesus menghancurkan kesombongan, kepentingan diri sendiri dan segala bentuk ambisi yang palsu!

          Yesus memberikan ROH, yang merupakan kuasa dan kekuatan (kepada para Rasul dan para imam) untuk mengampuni dosa orang atas nama-Nya. Dengan demikian memaafkan dan mengampuni ternyata di dalam persekutuan/komunitas Gereja Perdana merupakan salah satu keutamaan hakiki bagi setiap orang kristen.

          Dari sekian banyak kekayaan rohani kristiani yang tercantum dalam Injil Yohanes hari ini, marilah kita selalu bergembira, khususnya dalam masa Paskah ini, atas anugerah rohani yang diberikan Yesus melalui kebangkitan-Nya kepada kita! Namun sekaligus marilah kita selalu ingat pula akan harga begitu tinggi yang harus dibayar Yesus lewat penderitaan dan salib-Nya!

          Kita ini memang bukan seperti para Rasul, yang diberi kesempatan oleh Yesus untuk menyaksikan, melihat, bahkan seperti meraba luka pada tangan, kaki dan lambung Yesus, untuk percaya akan kehadiran-Nya kembali (kebangkitan-Nya). Namun secara sakramental kita diberi kesempatan yang sama untuk menerima dan menyambut Kristus yang telah bangkit melalui penerimaan sakramen-sakramen, khususnya Sakramen Pengakuan dan Sakramen Ekaristi.  Marilah kita membentuk dan meneguhkan jiwa persaudaraan dalam keluarga, dalam lingkungan hidup dan kerja, di dalam Gereja, di dalam masyarakat, dengan kekuatan Roh yang diberikan Tuhan kepada kita, dan diteguhkan dengan penerimaan sakramen-sakramen. “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”,  bahwa Yesus telah bangkit dan hadir di tengah-tengah kita! Semoga kebahagiaan dan kegembiraan Paskah yang dimiliki oleh para Rasul kini pun di zaman kita selalu menjiwai segenap hidup, semangat dan pergaulan kita satu sama lain, dan dalam hubungan kita dengan segenap sesama kita.

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/