Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKAH III/C/2013

Kis 5:27b-32.40b-41 Why 5:11-14 Yoh 21:1-19

PENGANTAR
Dalam Injilnya Bab 21, sebagai Bab terakhir, Yohanes mau menekankan bahwa Yesus sungguh nyata telah bangkit. Buktinya Ia makan bersama murid-murid-Nya. Dan dalam suasana kekeluargaan Yesus, sebagai Gembala Baik yang telah bangkit, menyerahkan tugas penggembalaan-Nya kepada Petrus. Berbicara tentang penggembalaan yang dilaksanakan oleh Kristus, marilah dalam perayaan Ekaristi ini kita merenungkan dua unsur hakiki setiap pelaksanaan penggembalaan serta hubungan kita yang sungguh kristiani dengan sesama.

HOMILI
Tiga kali Yesus bertanya kepada Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah Engkau mengasihi Aku?” Dan tiga kali pula Petrus menjawab: “Benar, Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”. Setiap kali diikuti dengan tanggapan Yesus yang berbunyi: “Gembalakanlah domba-domba-Ku!” Dengan kata-kata itu Yesus menyerahkan tugas tertinggi sebagai Gembala Gereja universal, yaitu segenap umat kristiani sebagai domba-domba Tuhan kepada Petrus. Penyerahan tugas penggembalaan (pastoral) inilah yang juga disebut oleh penulis Injil Matius, di mana Yesus berkata: “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga” (Mat 16:18-19). - Apakah yang sangat mengharukan dalam kata-kata Injil itu? Yakni perhatian dan kesetiaan Yesus akan janji yang telah diucapkan Petrus kepada-Nya, walaupun si Petrus sendiri ternyata tidak setia akan janji, yang pernah diucapkannya ini: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku tidak akan menyangkal Engkau” (Mat 26:35). Ternyata ia menyangkal Yesus tiga kali.

Itulah sebabnya mengapa Yesus menanyakan kesungguhan kasih Petrus kepada diri-Nya sampai tiga kali! Yesus mau menunjukkan kepada Petrus kesediaan-Nya untuk melupakan dan mengampuni kesalahan yang dilakukan Petrus, yaitu menyangkal Yesus sebagai Gurunya pada waktu Yesus ditangkap, dihukum dan menderita. – Allah selalu memberikan kesempatan kepada kita: dua kali, tiga kali, bahkan berapa kali pun untuk mengakui kelemahan kita. Tuhan tidak akan pernah menghapus nama kita dari buku hidup yang ditulis-Nya di surga, kecuali bila manusia memang tidak bersedia mengakui dan menyesali kekurangannya di hadapan-Nya.

Apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman Petrus ini? Kepercaan dan kesediaan untuk mengampuni yang dimiliki Yesus membuat Petrus menjadi manusia baru, pribadi baru, yang kuat, teguh, taat dan setia sampai mati!

Inilah suatu pelajaran begitu berharga bagi kita, sebagai umat Kristiani, , murid-murid Kristus, sebagai Gereja. Yang dialami Petrus merupakan pelajaran dan kekuatan untuk rekan-rekan rasul, untuk umat Gereja Perdana, sehingga mereka bersedia meninggalkan keterbatasan Galilea dan Yuda dan pergi ke luar Palestina untuk memperkenalkan Kristus ke seluruh dunia. Petrus dengan kekurangan dan kelemahannya, berkat kasih dan kerahiman Kristus terbukti sanggup melaksanakan janji kesetiaan-Nya kepada Yesus dengan mengorbankan hidupnya sebagai rasul dan martir bagi Gereja-Nya.

Bila kita semua ini mau belajar dari pelajaran, yang tersimpan dalam tanya-jawab antara Yesus dan Petrus seperti tercantum dalam Injil Yohanes hari ini, sungguh akan banyak masalah, yang kita hadapi dalam hubungan, pergaulan dan sikap kita sebagai sesama satu sama lain dapat kita hindari atau atasi. Atau akan berkuranglah masalah-masalah yang timbul di antara kita, dan lebih mudah menyelesaikannya. – Tanya-jawab atau wawancara Yesus dan Petrus harus kita laksanakan dalam hidup kita semua dan masing-masing. St. Agustinus ketika membaca Injil Yohanes hari ini memberi komentar: “Pertanyaan yang diajukan Yesus kepada Petrus, juga diajukan kepada setiap orang di antara kita ini!” Pertanyaan: “Apakah kamu mengasihi Aku” ditujukan kepada setiap orang yang ingin menjadi murid-Nya sejati.

MENGASIHI YESUS BERARTI BERSEDIA MELAYANI SESAMA. Yesus berkata: “Bila engkau mengasihi Aku, perhatikan dan peliharalah domba-domba-Ku”. Yesus mau mengatakan: “Apa yang kaulakukan bagi domba-domba-Ku, itu sebenarnya kaulakukan bagi-Ku sendiri”. – Kasih kita kepada Kristus jangan hanya bersifat hanya pribadi, melulu sebagai perasaan perorangan, melainkan harus sebagai ungkapan nyata pelayanan kita kepada sesama, Apakah kita tidak tidak rela mengasihi sesama kita, yang dikasihi Kristus? Mengasihi Kristus berarti berbuat baik terhadap sesama. Inilah pengertian tentang kasih yang dimiliki Suster Beata Teresa dari Kalkuta, yang berkata: “Buah kasih ialah pelayanan, dan buah pelayanan adalah damai”. Di mana tiada pelayanan, di situ kasih tidak ada, dan kasih tidak ada, di situ Kristus juga tidak ada. Dan di mana Kristus tidak ada, di situ damai juga tidak ada.

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/