Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PALMA /B/2012

Mrk 11:1-10 (sebelum perarakan) Yes 50:4-7  Flp 2:6-11 Mrk 14:1-15:47

PENGANTAR
          Penderitaan, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus merupakan inti-sari bahan renungan, yang dihidangkan kepada segenap umat kristiani selama Pekan Suci, yang dimulai pada Hari Minggu Palma ini. Marilah kita dengarkan penuh perhatian kisah tentang hari-hari dan saat-saat penentu terakhir hidup Yesus di dunia ini. Penderitaan Yesus harus memasuki dan menembus hati kita, yang sering mati rasa dalam hidup kita. Selama Pekan Suci kita mendapat kesempatan melihat dan mengenal siapakah Yesus, dan siapakah orang-orang yang menganiaya Dia. Tetapi bukan hanya orang-orang sezaman dengan Yesus, tetapi juga orang-orang sezaman dengan kita, yang membenci, memusuhi, menekan, menghina dan menganiaya sesama. Apakah kita termasuk juga dalam kelompok mereka itu?

HOMIlI
          Dari kisah penderitaan Yesus kita dapat menggambarkan kesedihan-Nya, yang merasa ditinggalkan teman-teman dan murid-murid-Nya. Yesus tergantung dari nasib-Nya. Yesus dikhianati Yudas Iskariot. Ia tidak menja-wab Pilatus, ketika ditanyainya olehnya. Dan Pilatus tampak tidak berusaha menolong Dia, bahkan murid-muird-Nya sendiri yang semula meninggalkan keluarga dan teman-teman untuk mengikuti Yesus, kini meninggalkan Dia.

          Peristiwa-perisyiwa yang berlangsung dalam kisah Injil Markus ialah: Yesus dan murid-murid pergi dari ruang perjamuan malam terakhir ke Getsemani. Sesudah diadili oleh Pilatus Ia dibawa ke Golgota. Sesudah disalib Ia dibawa ke tempat makam. Ternyata dari urutan peristiwa itu, Yesus telah mencungkirbalikkan dunia kita dan mengubah urutan nilai nilai duniawi! Ia mengajarkan kepada kita bahwa otoritas dan pimpinan yang benar adalah pelayanan dengan dedikasi dan kemurahan hati kepada kepada orang lain. Kebesaran sejati ialah kerendahaan  hati.

          Ada suatu pelajaran lain yang sangat perlu kita pelajari dari kisah sengsara Markus hari ini. Yaitu seorang perempuan yang meminyaki kepala Yesus dengan minyak narwastu murni yang sangat mahal harganya. Perempuan itu dikritik pedas perbuatannya. Apakah pelajarannya bagi kita? Murid-murid laki-laki Yesus tidak setia kepada Guru mereka, malahan meninggalkan-Nya. Sedangkan si perempuan yang tak terkenal itu justru membuktikan kesetiaan, keberanian dan kasihnya yang murni kepada Yesus. Isi pelajaran itu ialah, bahwa hidup kita harus jadikan seperti buli-buli berisi minyak murni yang berharga bagi Tuhan dan bagi sesama kita! Bukan hanya untuk kepentingan kita sendiri. Kita harus rela memberikan apa yang berharga dan apapun bentuknya, untuk mewujudkan kasih kita yang sejati kepada sesama.
         

Beato Paus Yohanes Paulus II, dalam pelaksanaan upacara Jumat Suci di Roma mengucapkan kata-kata penuh makna ini:

“Siapakah, bila bukan Sang Penebus yang diadili, da-pat memahami penderitaan orang-orang yang diadili secara tidak adil?”
“Siapakah, bila bukan Sang Raja yang dicucimaki dan dihina dapat menanggapi dan merasakan keinginan dan kebutuhan jutaan orang yang hidup tanpa harapan dan tidak dihargai?”
“Siapakah, bila bukan Putera Allah yang disalib, dapat memahami dan ikut merasakan kesedihan dan kesepian kehi-dupan sekian banyak orang yang hidup di tengah kemiskinan tanpa harapan?”

          Betapa bangga, bergembira dan bersyukur hati kita, karena memiliki seorang Penyelamat, yang sungguh memahami dan memperhatikan kondisi hidup kita! Ia selalu bersama kita, ambil bagian dalam kesedihan, kesukaran dan penderitaan kita! Bersediakah dan sanggupkah kita membalas kasih Penyelamat itu, khususnya juga terhadap sesama kita tanpa perbedaan?

          Dalam Bacaan II Paulus memberi nasihat kepada jemaat di Filipi, tetapi juga kepada kita, agar kita mau mengosongkan diri kita dan me-ngambil rupa seorang hamba. Sebab itulah sikap dasar Yesus Kristus.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/