Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Minggu Biasa XV /B/2012

Am 7:12-15  Ef 1:3-10  Mrk 6:7-13

PENGANTAR
          Isi pokok Injil Markus hari ini adalah perutusan murid-murid Yesus. Empat kali Injil Markus berbicara tentang panggilan menjadi murid Yesus secara bertahap. Pertama, panggilan sebagai penjala ikan menjadi penjala manusia (Mrk 1:16-20). Kedua, mereka dipanggil menjadi rasul dan diberi kuasa untuk mewartakan sabda dan mengusir setan (3:13-19). Ketiga, mereka diberi perutusan melaksanakan kuasa mereka itu secara nyata,yaitu melaksanakan pewartaan sabda dan menyelenggarakan kuasa mereka atas nama Yesus (6:7-13). Dan keempat, akhirnya sesudah bangkit dari kematian dan sebelum naik ke surga, Yesus sebagai perintah terakhir berkata: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (16:15). - Injil hari ini berbicara tentang panggilan murid Yesus

HOMILI
          Tugas perutusan atau tugas misioner Yesus ini ditujukan kepada segala makhluk, tanpa perbedaan, jadi universal. Universal siapapun yang dipanggil, tetapi juga universal  kepada siapapun mereka diutus. Nada kata-kata Yesus di dalam Injil hari ini menuntut sikap ketergantungan total murid-murid-Nya kepada Allah. Bagaimanapun kondisi tempat tinggal dan kebutuhan yang mereka alami. Bukan pilih-pilih, bukan hanya memberi prioritas kepada orang-orang yang pasti menerima pewartaannya. Tanpa perbedaan! Bahkan Yesus  menambahan pesan “jangan membawa apa-apa dalam perjalanan”.  Perintah Yesus ini sungguh bertentangan dengan sikap perhitungan ilmiah  secara modern: safety first!

          Sebenarnya yang dimaksudkan Yesus ialah supaya murid-murid-Nya menggantungkan diri sepenuhnya kepada-Nya, bukan kepada diri mereka sendiri! Ia berjanji akan menyertai mereka sepenuhnya, dan tujuan satu-satunya ialah kehendak-Nya untuk menyelamatkan semua orang. Maka perintah-Nya untuk mengebaskan debu yang di kaki, dimaksudkan sebagai kesaksian melawan siapapun yang tidak mau dan menolak untuk bertobat.

          Ada ajaran lain dalam Injil Markus hari ini, yang patut kita perhati-kan. Bila kita membaca Injil Markus seluruhnya, ternyata murid-murid Yesus kerapkali bukan membantu, melainkan mengambat Dia. Yesus sering menegur mereka, karena tidak menangkap atau memahami maksud-Nya, karena keras hati mereka! Meskipun demikian ternyata terbukti juga, bahwa Yesus sungguh datang untuk menyelamatkan kita, tetapi Ia juga tahu siapakah sebenarnya murid-murid-Nya. Lazim orang berkata: “Orang-orang di dunia lebih memikirkan hal-hal duniawi, bukan hal-hal ilahi”. Inilah kiranya yang juga dialami murid-murid Yesus, meskipun mereka itu sudah dipanggil oleh Yesus. Karena Yesus datang justru untuk menolong dan menyela-matkan, maka Ia sabar dan tak akan berganti sikap dan perbuatan-Nya. Setapak  demi setapak pandangan, pikiran, sikap dan perbuatan murid-murid-Nya diubah-Nya. Mereka diubah menjadi murid-murid yang setia, sehingga  akhirnya kecuali Yohanes mereka itu bersedia mengorbankan hidup mereka sebagai martir.

          Yesus memberikan kuasa dan kekuatan kepada murid-murid-Nya untuk tampil, hidup dan  bertindak atas nama-Nya. Kuasa dan kekuatan apa itu sebenarnya?  Ia memberi perintah, supaya mengusir setan, menyembuh-kan orang sakit, memberi makan kepada orang yang lapar, mewartakan sabda Allah. Semua itu dirumuskan dengan “membawa kabar gembira (Injil)”, seperti yang telah diterima dari dan dilakukan oleh Yesus sendiri. Artinya: kuasa dan kekuatan Yesus bukan sembarangan, melainkan digabungkan dengan kasih dan kerendahan hati. Sementara ‘dunia’ dan ‘daging’ (manusia, yaitu kita-kita ini) mencari dan meng-gunakan kuasa dan kekuatannya untuk kepentingannya sendiri, Yesus mengajarkan dan melaksanakan kuasa dan kekuatan-Nya untuk kepentingan sesama manusia! Memang mengikuti Yesus, menjadi murid-Nya ada risikonya! Menjadi murid Yesus berarti mau mengajarkan dan melakukan apa yang dilakukan Yesus sendiri! Ternyata apa yang diajarkan dan dilaksanakan  oleh Yesus  telah membawa-Nya  kepada penderitaan dan kematian.

          Apa kesimpulan kita? Mari kita semua sebagai murid Yesus secara jujur bertanya kepada diri kita sendiri: Sejauh manakah kita masing-masing merasa diri sebagai murid Yesus? Panggilan apakah yang disampaikan kepada kita masing-masing? Pengalaman apakah yang kita hadapi dan kita tanggapi, sehingga dapat memperdalam iman kita sebagai murid Yesus sejati?  Apakah hanya yang menyenangkan, memuaskan, keberhasilan? Ataukah kekecewaan, kesulitan, penderitaan? Sejauh manakah kita, sebagai murid Yesus, konsekuen mengambil bagian dalam tugas memperkenalkan Yesus kepada orang lain dengan pewartaan, dengan menyembuhkan orang sakit, dan memberi makanan kepada orang yang berkekurangan? Secara positif,  sudahkah kita mengajak orang lain ikut mengambil bagian dalam kebahagiaan dan kepuasaan kita. Belum belum atau tidak, maka kita belum atau bukan murid Yesus sejati.
         

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/