Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU ADVEN I/A/2013

Yes 2:1-5  Rm 13:11-14a  Mat 24:37-44

PENGANTAR
     Hari Minggu lalu kita merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Berkat iman kita diyakinkan bahwa Kristus adalah Raja kita, dan kita percaya bahwa sebagai orang beriman  kita sudah hidup dalam Kerajaan-Nya. Tetapi ternyata dalam pengalaman hidup kita sehari-hari, kehidupan kita  di dalam Kerajaan Kristus  itu belum dapat memenuhi harapan kita. Pada Hari Minggu Adven I dalam Tahun Liturgi A ini, dengan bimbingan Injil Matius kita diajak agar sungguh berjaga-jaga untuk menantikan keda-tangan Kristus dalam diri kita masing-masing. Masa Adven adalah masa penuh harapan. Tetapi  apa yang kita harapkan hanya akan terlaksana, apabila kita sungguh berjaga-jaga.

HOMILI
     Dalam Injil Matius hari ini Yesus berkata: Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari   mana Tuhanmu datang(Mat 24:42). Kita sering bertanya, mengapa  Allah merahasiakan bagi kita suatu hal, yang begitu penting dan ingin kita ketahui, yakni kapan Tuhan mau datang, yang bagi kita berarti kapan kita akan dipanggil dan meghadap Tuhan! Apakah kiranya latar belakang kata-kata Yesus tersebut?

     Allah telah datang dalam diri Yesus Kristus sebagai Penebus. Jadi pada dasarnya  umat manusia sudah ditebus oleh-Nya. Kerajaan Allah sudah dimulai. Tetapi pelaksanaan kedatangan dan kehadiran Yesus Kristus sebagai Penebus dan sebagai Raja dalam diri setiap orang itu tidak terlaksana secara serentak , tidak secara otomatis atau dengan sendirinya! Manusia dihargai oleh Tuhan, bukan dipaksa. Manusia diberi kebebasan  dalam kehendaknya, dan ia  dapat memutuskan sendiri apa yang ingin dipilihnya.

     Tetapi meskipun sudah diberi kebebasan dan kemampuan yang memadai, untuk dapat hidup menurut kehendak Allah secara  benar, manusia adalah tetap makhluk yang lemah. Allah mengetahui keadaan pembawaan kita sebagai manusia ini. Allah tahu betapa kita ini akan takut dan khawatir, apabila kita sudah mengetahui sebelumnya saat  kedatangan-Nya , sambil menunggu kedatangan-Nya yang tidak dapat kita gambarkan pelaksanaannya! Bukankah perasaan itu dapat menimbulkan rasa takut dan cemas dalam hati seseorang yang menanggung penyakit (misalnya kanker) yang berbahaya untuk hidupnya? Dewasa ini lebih banyak orang yang meninggal karena serangan jantung yang tak terduga dari pada  jumlah orang-orang, yang meninggal karena penyakit yang tak dapat disembuhkan. Tetapi sebaliknya penyakit yang lama dan tidak tersembuhkan itu lebih menyebabkan  ketakutan, karena tidak memberi kepastian bahkan bisa menghilangkan harapan kita.

     Liturgi Masa Adven bertujuan untuk menyadarkan kita, bahwa orang yang sungguh beriman harus selalu berpengharapan. Saat kedatangan Tuhan atau saat Tuhan memanggil kita memang tidak kita ketahui. Karena itu kita tidak boleh acuh tak acuh, melainkan justru berjaga-jaga. Bagi kita sebagai umat beriman, sekarang ini dimulai Tahun Liturgi, sedangkan Tahun Sipil/Masehi/Biasa (2013) akan mendekati akhirnya. Nah, inilah kesempatan yang sangat baik dan berguna bagi kita untuk mengadakan refleksi atas makna hidup kita selama tahun ini.

     Masa Adven dalam Tahun Liturgi yang kita masuki ini mengajak kita meninjau kembali pengalaman hidup kita selama tahun 2013 ini, guna menyiapkan diri memasuki Tahun Baru 2014. Bukan  hanya memikirkan  hidup kesejahteraan jasmani, melainkan juga  kesejahteraan rohani/jiwa kita! Setiap perubahan musim/ iklim alam mengubah keadaan bumi kita, sehingga kita harus memperhatikan dan memperhitungkan perubahan yang timbul di sekeliling kita. Demikian pula untuk kehidupan rohani atau hidup keagamaan kita, perubahan yang berlangsung karena iklim atau karena perubahan dan tantangan masyarakat, menuntut perhatian dan kesiapsiagaan kita dalam menghadapinya menurut perintah Kristus serta mempertanggungjawabkan pelaksanaannya.

     Ada pepatah yang sederhana namun mutlak perlu  diperhatikan ini: Segala sesuatu berubah terus menerus. Hidup kita ini ibaratnya bagaikan suatu layar Televisi. Layar itu sama, tetapi apa yang dipertontonkan dalam layar itu saling berganti terus menerus. Mungkin ada beberapa kejadian, wajah, peristiwa yang kita ingat, tetapi pada umumnya segera terlupa lagi. Meskipun apa yang kita lihat dalam Televisi terus berubah, namun Televisi itu dengan layarnya tetap sama. Demikian pula dunia atau bumi kita memang tetap sama, tetapi kita sendiri dan segenap penduduknya ada yang lahir dan mati, ada yang datang dan pergi!

     Namun iman kita bukan hanya melihat kenyataan itu. Iman kita memper-lihatkan kenyataan lain juga. Johannes berkata: Dunia ini  sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi  orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya (1 Yoh 2:17). Memang segalanya akan berganti dan berakhir, kecuali Allah. Allah selalu ada! Maka bagi kita manusia ada jalan yang dapat kita tempuh, agar tidak lenyap, yaitu: Percayalah kepada Allah dan lakukanlah kehendak-Nya selalu.  Inilah isi pesan Yesus hari ini dalam Injil Matius: Berjaga-jagalah, sebab kami tidak tahu pada hari mana Tuhamu akan datang(Mat 24:42).


Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

buku Katekese terbaru dari Mgr. FX. Hadisumarta. O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/