Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA VI/B/2012

Im 13:1-2.44-46  1 Kor 10:31-11:1  Mrk 1:40-45


PENGANTAR
  Minggu lalu Injil Markus berceritera tentang Yesus yang menyembuhkan orang-orang sakit. Hari ini secara khusus Markus berceritera bahwa Yesus menyembuhan seorang yang sakit kusta (lepra), yang sangat ditakuti orang. Pesan Injil hari ini ialah, bahwa Yesus bukan hanya menyembuhkan penyakit kusta fisik melainkan juga dan terutama penyakit kusta batin atau rohani, yang diderita banyak orang. Pesan Yesus itu sekarang tetap aktual dan relevan untuk kita perhatikan dalam kehidupan kita sebagai orang kristiani yang murni atau bersih, bukan najis atau kotor di hadapan Tuhan.
         
HOMILI
          Di zaman Perjanjian Lama kusta sudah dianggap sebagai bahaya terbesar, sampai penyakit ini dikaitkan dengan hidup keagamaan. Orang yang sakit kusta tidak boleh ikut beribadat bersama orang lain, sebab dianggap “najis”, tidak murni (Kitab Imamat, Bac.I). Di zaman Yesus juga sama, orang sakit kusta disingkirkan atau diasingkan dari masyarakat. Hubungannya dengan orang lain terputus. Sekarang  ini, meskipun belum seluruhnya, pada umumnya penyakit lepra sudah dapat diatasi. Namun isi pesan Injil yang kita dengar hari ini dewasa inipun tetap aktual dan relevan. Sebab di zaman kita masih banyak orang yang menderita kusta batin!

          Dalam Injil dikatakan, bahwa seorang sakit kusta, yang sudah disingkirkan dari masyarakat toh berani datang dan berlutut mohon kepada Yesus: “Kalau  Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku”. Menurut hukum waktu itu orang ini melanggar ketentuan Kitab Imamat. Dan dengan berkata “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku”, orang itu memiliki iman kepercayaan sepenuhnya kepada Yesus. Ibaratnya ia menantang Yesus untuk bertindak. Dan Yesus bertindak, Ia bahkan meraba orang kusta itu. Ia melanggar ketentuan Kitab Imamat, tetapi orang itu ditahirkan, ia sembuh dari kusta. Ternyata Yesus  juga menghormati hukum dan peraturan apapun yang baik, asal sesuai dengan tujuannya. Maka Ia minta supaya orang itu pergi kepada seorang imam, untuk diteguhkan penyembuhannya supaya ia diakui dan diterima lagi untuk berhubungan dalam masyarakat umat Yahudi lainnya.

Apa gerangan pesan Injil hari ini bagi kita sekarang ini?
          Pada dasarnya Injil hari ini mengajak kita untuk makin memahami dan melaksanakan persaudaraan dalam kasih. Kasih sejati tidak mengenal batas atau perbedaan, mengatasi segalanya. Yesus memberi teladan tentang sikap dan perbuatan kita terhadap sesama kita. Tidak ada perbedaan, tidak ada orang lain atau sesama yang dianggap “najis” atau “kotor”.  Yesus justru mendekati orang-orang yang secara resmi ataupun menurut pandangan masyarakat dianggap “najis”, berbahaya, rendah, berdosa, tak berarti bagi masyarakat, dan harus dijauhi.

          Di dalam masyarakat kita sekarang inipun, yang menyebut dirinya sebagai masyarakat modern, terdapat juga ”penyakit kusta modern”. Di satu pihak banyak sesama kita yang sakit, bukan sakit fisik apapun bentuknya, melainkan sakit hatinya, hanya sibuk dengan kepentingannya sendiri. Inilah lepra atau kusta egoisme! Tetapi di pihak lain banyak pula orang yang merasa dirinya disingkirkan dari kelompok, atau mengalami adanya diskri-minasi di pelbagai bentuk atau rupa: misalnya perbedaan ras, suku, kedu-dukan, status hidup, kekayaan dan kemiskinan, budaya dan agama. Mereka inipun ibaratnya sakit kusta. Nah inilah penyakit kusta modern timbal balik yang harus kita atasi. Mereka dari kedua belah pihak yang menanggung penyakit kusta ini harus kita dekati dan kita sembuhkan.

          Tetapi orang-orang berbudi baik yang mendekati untuk menolong orang yang sakit kusta batin atau hatinya itu, terutama mereka yang menderita dan dalam bahasa alkitabiah disebut “orang-orang berdosa”,  dianggap melanggar adat, sopan santun, menurunkan nama pribadi atau kedudukan, yang dimilikinya dalam masyarakat. Tetapi orang-orang yang berani berbuat demikian tanpa pamrih inilah adalah pribadi-pribadi yang sungguh kristiani, pengikut Kristus sejati. Yesus pun yang berbuat baik dianggap melanggar tatakrama atau sopan santun adat istiadat Yahudi. Tetapi Yesus mengutamakan kasih, tanpa kepentingan pribadi. Bahkan setiap kali Ia berbuat yang baik dan mengadakan mukjizat, Ia justru melarang orang-orang memberitahukannya kepada masyarakat ramai. Sebab Ia berbuat semuanya itu bukan mengutamakan keberhasilan atau sukses, maupun mencari nama atau popularitas!

          Perlu pula kita perhatikan dalam Injil hari ini dikatakan, bahwa Yesus tergerak hati-Nya oleh belaskasihan. Mari kita berbuat mengikuti teladan Yesus, yang berbelaskasih mengulurkan tangan menolong orang yang memerlukan bantuan kita. Tetapi jangan lupa, kita pun mungkin menderita penyakit kusta batin, dan mohon kepada Tuhan, untuk dibebaskan.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/