Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MALAM PASKA /B/2015

Rm 6:3-11  Mrk 16:1-8


      Selama tiga hari suci yang sedang kita hayati, dan setelah kemarin kita mendengarkan Kisah Sengsara Yesus, malam hari sekarang ini kita bergembira merayakan Paskah, yakni merayakan kebangkitan Yesus Kristus Penyelamat kita. Paulus menegaskan, bahwa andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaanmu(1 Kor 15:14). Memang benar, seandainya Yesus dari Nasaret tidak bangkit, Gereja yaitu segenap umat kristiani juga tidak akan pernah ada! Kita harus selalu sadar, bahwa kebangkitan Kristus, dan juga nanti kebangkitan kita merupakan titik pusat iman kita sebagai orang kristiani.

      Kita semua sebagai umat kristiani mendapat pesan yang sama seperti yang disampaikan oleh seorang malaikat kepada tiga wanita: Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Salome, yang datang ke makam Yesus, yang sudah kosong. Malaikat berkata kepada mereka: Jangan takut. Ia telah bangkit(Mrk 16:6).

      Apa arti pesan “Jangan takut, sebab Ia telah bangkit” bagi kita sekarang ini? Yesus Kristus Penyelamat kita bukanlah seorang tokoh atau seorang pribadi di masa lampau, yang hanya kita ketahui dalam Injil melulu sebagai buku, yang memberitahukan kepada kita tokoh Yesus, yang terkenal dalam sejarah. Dalam merayakan Hari Raya Paskah kita harus sadar, bahwa Yesus bukan sekadar seorang figur di masa lampau. Yesus adalah seorang Pribadi, yang kini pun hidup dan hadir di tengah kita! Kita bukan hanya mengetahui Yesus, yang pernah ada di Palestina, tetapi yang sekarang pun harus kita kenal dan jumpai dalam hidup kita.

      Ada perbedaan antara mengetahui dan mengenal orang. Seperti para murid Yesus dahulu, kita pun sekarang ini sebagai orang beriman tidak cukup hanya mengetahui adanya Kristus, melainkan mengenal Kristus. Iman bukanlah sekadar suatu pengetahuan, tetapi suatu keyakinan teguh dalam batin/hati. Tidak dengan sendirinya bahwa seorang cendekiawan, ilmuwan ataupun orang cerdik pandai pasti sungguh mengenal Kristus dalam hidup dan perbuatannya, bila dibandingkan dengan seorang umat kristiani yang sederhana dan terbatas pengetahuannya, namun dalam imannya sungguh mengenal Yesus sebagai Penyelamatnya dengan segenap hati dalam hidup dan perbuatannya. Orang yang sederhana justru hidup dan berbuat seperti alter Christus.

      Iman sejati bukanlah suatu iman, yang sekali jadi, statis dan tidak ber-kembang. Karena kebangkitan-Nya Yesus Kristus adalah Tuhan yang tetap hidup. Maka kita sebagai umat beriman harus makin mengenal dan bertemu dengan Dia di dalam hidup kita. Bukan sekadar mengetahui Ia ada. Kita harus mendengarkan Dia, yang dalam Roh-Nya hadir di dalam diri kita, tetapi juga di dalam hati sesama kita. Justru karena kebangkitan-Nya kehadiran atau status hidup-Nya tidak terbatas seperti dahulu. Murid-murid Yesus, yang mengenal Dia sebelum Ia wafat dan bangkit, juga harus belajar menerima, mengenal dan bertemu dengan Yesus Kristus dengan cara baru.

      Kepada ketiga perempuan yang datang di makam, malaikat Tuhan berkata kepada mereka: “Jangan takut”. Tetapi ia juga menambahkan agar mereka itu meneruskan pesannya “Jangan takut” kepada murid-murid Yesus juga. Bahkan juga kepada Petrus. Mengapa? Karena Petrus sebagai murid Yesus pernah tiga kali menyangkal Guru-Nya, padahal nanti ia akan menjadi Wakil-Nya. Karena itu Petrus pun harus mengenal Kristus secara baru! Petrus berada dalam pergulatan batin. Ia telah tidak taat dan setia kepada Gurunya. Ia melarikan diri dan tidak ada di bawah Yesus untuk menyaksikan Yesus disalib di Golgota. – Betapa gembira Petrus tatkala diberitahu bahwa Sang Gurunya telah bangkit kembali!

      Itulah juga kabar gembira Paskah bagi kita sekarang ini juga! Kita harus makin mengenal Kristus secara lebih utuh. Ternyata Yesus Kristus bukan lebih memperhatikan kesalahan atau dosa yang dilakukan Petrus.Ia lebih memperhatikan pertobatan dan penyesalan hatinya atas dosanya. Ternyata Yesus lebih memperkuat hati si pendosa, yang menyesali dosanya, dari pada  menghukumnya! Betapa sungguh menggembirakan pesan Injil dalam Malam Paskah ini! Yesus tetap percaya kepada setiap orang, yang mengalami kesalahan atau dosa dalam perjalanan hidupnya. Hanya ada satu syaratnya: sungguh mau menyesal dan bertobat! Merayakan Paskah berarti bukan hanya mengetahui tentang Yesus, melainkan mengenal dan bertemu dengan Yesus Kristus yang hadir bersama kita!

      Apakah konsekuensi dari kebaikan dan belaskasih Allah dalam diri Yesus Kristus yang telah bangkit itu? Kita murid-murid Yesus tidak boleh lupa, bahwa kita juga wajib ikut mewartakan kebangkitan Kristus. Kita sebagai Gereja harus menjadi pewarta kebangkitan Kristus sebagai sumber kebangkitan semua orang. Kita sebagai Gereja bertugas ikut menyembuhkan sesama yang sakit, baik dalam penderitaan jasmani maupun rohani.

      Kita sebagai Gereja tidak boleh membiarkan Kristus berbuat baik sendirian. Marilah kita semua ikut bangkit bersama Yesus, namun bukan hanya bergembira secara pribadi saja, melainkan meneruskan dan membagi kegembiraan kita itu kepada sesama kita. Peduli terhadap keadaan sesama dan berbuat baik kepada mereka, khususnya mereka yang berada dalam ketakutan, baik jasmani maupun rohani, - itulah suatu kegembiraan Paskah yang sejati. Semoga kegembiraan Paskah kita ikut dirasakan oleh semua orang. Kami ucapkan: Selamat Paskah!

 

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/